aa
Presiden Jokowi usai melantik Dr. H Isran Noor – H Hadi Mulyadi sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Kaltim Periode 2018-2023 menyampaikan ucapan selamat kepada Isran Noor, di Istana Negara, 1 Oktober 2018. (Foto Setkab)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Meski kinerja ekonomi  dan investasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tumbuh melandai sepanjang tahun 2018-2019,  satu tahun kinerja pemerintahan Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan, Dr. H Isran Noor – H Hadi Mulyadi  yang dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 1 Oktober 2019 di bidang ketenagakerjaan  dapat dibilang cukup  bagus, angka pengangguran  bisa diturunkan 0,51 persen.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Anggoro Dwitjahyono dalam rilis bulanan terbarunya di situs kaltim.bps.go.id, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kaltim pada Agustus 2019 mencapai 6,09 persen atau sebanyak 110.574 orang, mengalami penurunan 0,51 persen (3.739 orang) dibanding TPT Agustus 2018 yang sebesar 6,60 persen (114.313 orang).

Menurut BPS, jumlah angkatan kerja di Kaltim pada Agustus 2019 mencapai 1.815.382 orang, bertambah sebanyak 82.784 orang dibanding angkatan kerja Agustus 2018 (1.732.598 orang). “Sedangkan jumlah penduduk yang bekerja  pada Agustus 2019 mencapai 1.704.808 orang, bertambah sebanyak 86.523 orang dibanding keadaan pada Agustus 2018 (1.618.285 orang),” kata Anggoro.

aa
Grafis Ketengakerjaan Kaltim.

Pada Agustus 2019, penduduk Kaltim umumnya bekerja pada kategori G-Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 20,53 persen, kategori A-pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 18,76 persen dan kategori Jasa Pendidikan, Jasa Kesehatan dan Jasa Lainnya (P,Q, dan R,S,T,U) sebesar 12,15 persen.

Anggoro juga menambahkan, pada Agustus 2019, sebanyak 394 ribu orang (23,12 persen) bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 35 jam perminggu, sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja 35 jam atau lebih perminggu (termasuk yang sementara tidak bekerja) mencapai 1,310 juta orang (76,88 persen).

Kemudian penduduk yang menganggur pada bulan Agustus 2019 sebanyak 110.574 orang, apabila dilihat latar belakang pendidikannya, pendidikan SD ke bawah sebesar 3,09 persen, SMP (5,36 persen), SMA/SMK (8,14 persen), pendidikan tinggi (6,59 persen). “Dibandingkan Agustus 2018, TPT pendidikan SD dan SMP meningkat, sedangkan TPT SMA/SMK dan pendidikan tinggi mengalamai penurunan,” Anggoro menjelaskan.

Buruh atau karyawan

BPS juga mencatat bahwa penduduk yang bekerja apabila dipilah menurut status pekerjaan utama pada bulan Agustus 2019 sebanyak 1.704.000 orang, trbanyak sebagai buruh atau karyawan sebanyak 935.480 orang (54,87 persen), berusaha sendiri sebanyak 357.910 orang (20,99 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 148.850 (8,73 persen), dan satatus pekerja keluarga/tidak dibayar sebanyak 128.110 orang (7,51 persen), sedangkan pekerja bebas di pertanian sebanyak 18.550 orang atau 1,09 persen.

aa
Dr. H Isran Noor – H Hadi Mulyadi beberapa saat sebelum dilantik Presiden Jokowi sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Kaltim Periode 2018-2023 di  Istana Negara, 1 Oktober 2018. (Foto Setkab)

“Angka-angka diatas menunjukkan penurunan pada persentase status bekerja sebangai buruh/karyawan, berusaha dibantu buruh tidak tetap dan pekerja bebas di pertanian maupun non pertanian termasuk pekerja keuarga/tidak dibayar, akibat terjadinya peralihan status pekerjaan ke berusaha dibantu buruh tetap dan berusaha sendiri dibandingkan pada bulan yang sama pada tahun 2018,” kata Anggoro.

Terbesar  Pendidikan Sekolah Dasar

                Pada Agustus 2019, penduduk yang bekerja dengan jenjang pendidikan SD (Sekolah dasar) ke bawah merupakan proporsi terbesar dengan jumlah sebanyak 467.200 orang atau sebesar 27,41 persen. Terbesar kedua adalah pekerja dengan pendidikan SMA Umum sebanyak 427.700 orang (24,91 persen),  pendidikan SMP sebanyak 277.200 orang (16,26 persen), dan penduduk yang bekerja dengan pendidikan SMK Kejuruan mencapai 251.500 orang (14,75 persen).

“Sedangkan penduduk yang bekerja dengan pendidikan tinggi yaitu diploma I/II/III/  sebanyak 58.600 orang (3,44 persen) dan universitas  berjumlah 255.500 orang (13,23 persen),” ungkap Anggoro. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *