Ax
Tembok dan pagar berduri yang nekat dipanjat 5 tahanan anak (foto : Niaga Asia)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Lima tahanan anak yang menginap di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Samarinda, bertempat di Tenggarong, bikin repot petugas. Mereka nekat kabur dini hari tadi, dengan memanjat tembok. Tiga kembali ditangkap, 2 lainnya masih dicari.

Niaga.Asia mendatangi LPKA Kelas IIA, yang kerap disebut Lapas anak itu di Tenggarong, di Jalan Imam Bonjol. Lima anak yang kabur yakni An, RF, Ar AK dan Sn, diketahui kabur sekira pukul 04.00 WITA.

Keterangan diperoleh, petugas menyisir sekeliling tembok Lapas. Ditemukan batangan kayu, diduga sarana mereka, untuk memudahkan memanjat tembok, dan melompati pagar berduri diatas tembok setinggi 4 meter. Petugas Lapas anak bergerak cepat, dan mendapatkan 2 anak di rumah warga, dan seorang anak lainnya lagi, berada di bangunan lama RSUD Parikesit. Ketiganya kembali diamankan ke dalam Lapas.

Bersama wartawan lainnya, mencoba melakukan konfirmasi ke kantor Lapas. Kepala Lapas Salis Farida Fitriani, tidak berada di tempat. Petugas di dalam Lapas, enggan berkomentar panjang lebar. “Saya tidak bisa menjawab. Bukan jadi wewenang saya,” kata petugas pintu LPKA Kelas IIA Samarinda, Nur Hadi, Sabtu (16/3).

Sekira pukul 13.00 WITA siang tadi, Kasat Reskrim Polres Kutai Kartanegara AKP Damus Asa, dan jajarannya, datang menemui pegawai Lapas. Tidak ada pernyataan dilontarkan Damus kepada wartawan yang menemuinya. Namun demikian, Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Anwar Haidar, membenarkan peristiwa itu. “Kami terima laporan, ada 5 orang di Lapas anak melarikan diri. Tiga sudah ditangkap, dan 2 lainnya masih dicari. Bagaimana mereka kabur ini, masih kami dalami,” kata Haidar, ditemui terpisah. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *