Sekretaris DPD PDIP Kaltara Norhayati Andris. (Foto : istimewa)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Sebelas orang bakal calon (bacalon) Gubernur Kalimantan Utara, kini sedang berlomba mendapatkan dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mempunyai 5 kursi di DPRD Kaltara.  Namun, perebutan  dukungan dari PDI-P  Kaltara sebagai perahu politik di Pilkada serentak di tahun 2020 itu, hingga saat ini masih  menunggu restu Ketua Umum DPP PDI-P, Megawati Soekarnoputri.

Proses itu dimulai pada 30 Oktober lalu, melalui paparan terkait bacalon Gubernur maupun Bupati, yang disampaikan masing-masing pengurus dewan pimpinan daerah (DPD). Baik dari tingkat provinsi maupun dewan pengurus cabang (DPC), di 4 kabupaten se-Kaltara.

“Nanti dari hasil paparan inilah yang akan dibawa ke Ibu Megawati (Ketum DPP PDIP), untuk dapat ditindaklanjuti, yang kemudian disurvei,” kata Sekretaris DPD PDIP Kaltara Norhayati Andris kepada Niaga.Asia, Jumat (15/11).

Politisi PDIP yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kaltara itu, menegaskan bahwa dari 11 bacalon yang semuanya laki-laki tersebut, nantinya akan mengerucut menjadi lima orang.

Selanjutnya, dari lima bacalon itu akan kembali digodok oleh DPP bersama pengurus DPD Kaltara dan DPC di 4 kabupaten. “Ini untuk mendapatkan rekomendasi tahap pertama yang dikeluarkan oleh Ketua Umum DPP, Megawati Soekarno Putri, di bulan Januari nanti, ” jelasnya.

“Rekomendasi tahap pertama itu sudah berpasangan loh,” ujar Norhayati menambahkan.

Dengan demikian, 11 bacalon Gubernur Kaltara masih memiliki waktu sekitar satu bulan setengah lagi, untuk merebut hati partai berlambang moncong putih tersebut. “Ya kita harapkan 11 bakal calon itu benar-benar memanfaatkan waktu yang tersisa ini, sebelum mendapatkan restu dari Ibu Megawati. Karena kuncinya di situ,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada beberapa kriteria bacalon Gubernur Kaltara yang diinginkan Megawati untuk dapat diusung oleh PDIP di Pilkada nanti. Pertama, si bacalon tersebut benar-benar menjadi “bapak” Kaltara. Berikutnya, berideologi Pancasila. Tidak kalah pentingya, adalah bacalon tersebut bersiap mengawal program PDIP hingga menyentuh lapisan masyarakat bawah. “Dan harus sesuai dengan visi misi Jokowi,” bebernya.

Adapun ke-11 bacalon yang telah mengembalikan formulir dan kini sedang berproses di DPP, di antaranya Irianto Lambrie, Udin Hianggio, Jusuf SK, Jhony Laing Impang, Yaser Arafat, Ibnu Saud, Abdul Hafid Achmad dan Undunsyah.

Untuk diketahui, PDIP memiliki 5 kursi di DPRD Kaltara. Jumlah kursi minimal partai untuk mengusung Cagub adalah 7 kursi atau 20% dari 35 kursi di DPRD Kaltara. Sehingga PDIP masih membutuhkan dua partai lain untuk berkoalisi mengajukan calonnya di Pilgub Kaltara. (003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *