
JAKARTA.NIAGA.ASIA -Menteri Perdagangan, Budi Santoso (Busan) menyampaikan bahwa pemulihan sarana perdagangan, khususnya pasar rakyat di provinsi terdampak bencana di Sumatera menunjukkan perkembangan positif.
“Dari 166 pasar rakyat dengan hampir 5.000 pedagang terdampak, sekitar 90 persen atau 149 pasar telah kembali beroperasi. Sementara sisanya masih dalam proses percepatan pemulihan, terutama di Aceh,” katanya dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra yang berlangsung di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Mendag Menambahkan, Kemendag melakukan pendataan kebutuhan melalui sistem JITUPASNA BNPB, melaksanakan pembersihan pasar, serta menyalurkan 100 unit tenda sebagai sarana sementara bagi pedagang.
Kemendag juga berkoordinasi dengan ID FOOD dan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan pasokan bapok di pasar-pasar terdampak bencana, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan aman dan terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
“Kinerja ekspor di wilayah terdampak menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Aceh mengalami pemulihan ekspor pada November dan Desember 2025, Sumatra Barat mengalami pertumbuhan ekspor yang kuat sepanjang 2025 meskipun sempat tertekan pada November akibat bencana, dan Sumatra Utara mengalami kenaikan nilai ekspor tahunan,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, kondisi ini menegaskan bahwa pemerintah mampu menjaga keberlangsungan perdagangan, stabilitas harga, serta daya pulih ekonomi di daerah yang terdampak bencana.
Sumber: Siaran Pers Kemendag | Editor: Intoniswan
Tag: Pasar