156 Pelajar SMPN I Nunukan Mulai PTM Terbatas

Pelajar SMPN I Nunukan yang telah divaksin mulai mengikuti PTM terbatas, hari ini, Kamis (16/9/2021). (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Sebanyak 156 pelajar kelas VII hingga IX yang telah mengikuti vaksin dosis 1 dan 2 mulai mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang digelar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Nunukan.

Kepala Sekolah SMPN I Nunukan Rustiningsih S.Pd, M.Eng mengatakan, pelaksanaan PTM terbatas diawali dengan gladi bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) kepada pelajar dengan durasi belajar 2  jam.

“Durasi waktu belajar dibatasi dari pukul 08:00 Wita sampai 10:00 Wita, pelajar juga harus memakai masker dan menjaga jarak” katanya pada Niaga.Asia, Kamis (16/09).

Pelaksanaan PTM sendiri mengacu pada Surat Edaran Bupati Nunukan yang poin tiganya menyatakan, SMP di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan, boleh mengadakan PTM apabila guru dan siswa telah di vaksin.

Dasar Surat Edaran diperkuat lagi dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nunukan, yang mengizinkan SMPN melaksanakan bimtek penilaian otentik bagi guru dan kegiatan pelajar dengan syarat protokol kesehatan serta vaksin.

“Tadinya kami izin ke dinas membuka PTM tanggal 29 September, tapi kepala dinas mengarahkan laksanakan saja PTM sekarang bagi siswa telah di vaksin,” sebutnya.

Kegiatan PTM yang digelar saat ini belum sepenuhnya maksimal, masih banyak pelajar belum mengikuti vaksin. Karena itu, pihak sekolah berupa mengakomodir pelajar untuk pendaftaran vaksin lewat google form.

Berdasarkan data survei vaksin peserta didik SMPN I Nunukan, jumlah pelajar yang telah menerima vaksin dosis 1 sebanyak 144 ditambah 12 orang pelajar sudah mengikuti vaksin lengkap dosis 1 dan 2.

“Peserta didik belum mendaftar tapi bersedia di vaksin sebanyak 414 orang, sedangkan 44 pelajar lainnya sudah mendaftar tapi belum di vaksin,” terangnya.

Rustiningsih menambahkan, dari 858 jumlah pelajar SMPN I Nunukan, terdapat 99 pelajar tidak bersedia mengikuti vaksin dengan alasan orang tua tidak mengizinkan, sisanya belum terdata dalam google form.

Pelajar yang belum mengisi data google form tetap di hubungi wali kelas untuk segera memberikan pertanyaan apakah bersedia di vaksin ataupun keterangan telah mengikuti vaksin dibuktikan dengan sertifikat.

“Bagi pelajar tidak bersedia di vaksin dan tidak mengikuti PTM tetap bisa mengikuti kegiatan belajar lewat daring,” jelasnya.

Pelaksanaan PTM hari pertama lebih fokus membenahi sekolah yang telah lama ditinggalkan, anak-anak diminta merapikan kursi dan bangku, termasuk membersihkan ruang belajar sambil menunggu bertambahnya jumlah pelajar.

Dibukanya PTM mendapat respon yang cukup baik dari orang tua murid, tidak sedikit orang tua menginginkan anaknya segera mendapatkan vaksin agar bisa mengikuti pembelajaran di sekolah.

“Banyak orang tua minta anaknya cepat-cepat di vaksin, bahkan ada yang datang ke sekolah minta tolong anaknya segera di vaksin,” bebernya.

Secara kelengkapan, SMPN I Nunukan layak menggelar PTM terbatas, sarana dan prasarana protokol kesehatan terpenuhi. Agar tidak terjadi kerumunan, sekolah membagi jalur evakuasi kedatangan dan jalur keluar dari sekolah.

Tidak hanya pelajar yang rindu bersekolah, para guru merasakan rasa kangen yang luar bertemu siswa-siswi, terutama untuk pelajar kelas VII yang belum pernah mengikuti pendidikan tatap muka.

“Semangat-semangat. Guru kangen sekolah, anak – anak rindu sekolah, kita semua ingin bersekolah layaknya dulu lagi,” pungkasnya.

 Penulis : Budi Anshori | Editor ; Rachmat Rolau

Tag: