aa

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA-Bantuan beasiswa Kaltara Cerdas 2018, akan segera kita realisasikan. Petunjuk Teknis (Juknis) penyaluran dan perhitungan kuota beasiswa itu, sekarang sudah dalam proses untuk disahkan.  Sesuai draft Juknis yang telah dibuat, total kuota penerima beasiswa Kaltara Cerdas tahun ini sebanyak 2.530 orang. Sementara berdasarkan informasi Dewan Pendidikan Kaltara, hingga 29 Agustus 2018, jumlah berkas permohonan bantuan beasiswa Kaltara Cerdas yang masuk untuk mahasiswa sebanyak 826 berkas. Dengan rincian, 447 berkas dari dalam daerah, dan 379 berkas luar daerah.

Selain dari kalangan mahasiswa, ada juga berkas permohonan dari 19 sekolah di Kaltara, baik dari jenjang SMA, SMK maupun MA Negeri dan swasta,” kata Gubernur Kaltara, DR H Irianto Lambrie di Tanjung Selor, Kamis (30/8). Berkas-berkas yang diterima ini selanjutnya akan diverifikasi oleh Dewan Pendidikan. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan Dewan Pendidikan Kaltara, penerimaan berkas permohonan ditutup pada 14 September 2018.

Gubernur menegaskan,  Beasiswa  Kaltara Cerdas tahun ini harus disalurkan dengan tepat sasaran, memprioritaskan warga atau pelajar yang kurang mampu. Utamanya yang dari daerah pedalaman atau pedesaan. Dalam pengelolaan harus dilakukan dengan transparan dan tepat sasaran. “Untuk pengawasan pengelolaan dana ini, akan dibentuk tim pengawas yang terdiri dari beberapa orang di luar Dewan Pendidikan,” terang Irianto.

Gubernur juga menekankan perlunya dibentuk tim pengawas, agar pelaksanaan bantuan tahun ini tidak keluar dari konteks yang diinginkan. Juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Pemprov Kaltara mengenai penggunaan anggaran untuk kemaslahatan masyarakat Kaltara. “Perlu saya sampaikan, selain memberikan beasiswa bagi mahasiswa dan siswa SMA/SMK dan MA, melalui program Kaltara Cerdas yang menjadi salah satu upaya peningkatan sumberdaya manusia di Kaltara, saya juga memprogramkan pemberian bantuan bagi guru dan siswa berprestasi untuk melakukan studi banding ke luar negeri,” paparnya.

Tujuan studi banding ke luar negeri, lanjut Irinto,  agar para guru di Kaltara memiliki pengalaman baru yang selanjutnya bisa diterapkan di daerah. Sehingga dapat meningkatkan kualitas mereka. “Kita alokasikan anggaran Rp1,5 miliar. Rencananya, studi banding ke luar negeri ini nantinya ke sejumlah negara bagian Eropa. Insya Allah diberangkatkan pada bulan Oktober tahun ini.

Untuk kuotanya, melalui Dewan Pendidikan telah menyiapkan kuota sebanyak 20 orang. Meliputi 10 orang guru dan 10 orang siswa berprestasi,” ujarnya. Supaya transparan, proses seleksinya harus dilakukan secara intensif dan professional. Sehingga guru yang ikut studi banding ke luar negeri itu benar-benar memiliki prestasi.(001)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *