200 Napi di Rutan Samarinda Dapat Asimilasi COVID-19

Kepala Rutan Klas IIA Samarinda Alanta Imanuel Ketaren bertemu Kepala Bapas Samarinda, Herry dalam rangka koordinasi pemantauan Napi bebas bersyarat , Jumat (13/11/2020). (Foto Istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Sebanyak 200 narapidana di Rutan Samarinda saat ini tengah menjalani bebas bersyarat atau dapat asimilasi terkait dengan adanya pandemi COVID-19. Napi bebas bersyarat itu dalam pemantauan  Balai Pemasyarakatan ( Bapas ) Samarinda.

“Hari ini saya ke Bapas dalam meningkatkan koordinasi pelayanan tahanan khususnya pembebasan bersyarat serta asimilasi Covid 19,” kata Kepala Rutan Klas IIA Samarinda Alanta Imanuel Ketaren , Jumat (13/11/2020), seusai dari melakukan kunjungan ke Polsek Sungai Pinang.

Menurut Alanta,  sejak 3 bulan terakhir pihak Rutan sudah memberikan pelayanan pembebasan bersyarat serta asimilasi Covid kurang lebih ke 200 orang narapidana.

“Artinya selama tiga bulan terakhir ada 200 orang lebih napi yang bebas dari Rutan Samarinda,” terangnya.

Terkait kunjungan pihaknya ke Bapas Samarinda, Karutan berusia muda ini menjelaskan, koordinasi dilakukan guna  memperdalam kerja bersama  dalam memberikan pelayanan,  khususnya terkait hak kebebasan para napi baik dalam program Pembebasan Bersyarat serta program Asimilasi Covid.

“Dalam proses pemenuhan syarat kebebasan, Bapas sudah ikut terlibat, misal nya dalam sidang Litmas (Penelitian Masyarakat),” ungkap Alanta.

Selain itu, narapidana yang dinyatakan bebas dalam program Pembebasan Bersyarat serta Asimilasi Covid juga masih dalam pemantauan Bapas. Misalnya syarat wajib lapor bagi narapidana yang bebas bersyarat.

“Hal itu yang sangat perlu kami kordinasikan dengan pihak Bapas Samarinda. Sejauh dalam kunjungan pihak nya menjelaskan, Bapas Samarinda menyambut dengan baik. Kami berdiskusi cukup panjang dengan Pak Herry selaku Kepala Bapas Samarinda,” ucapnya.

Rutan Samarinda juga sedang bekerja ekstra dalam melakukan pelayanan, karna untuk program Asimilasi Covid hanya akan berlaku hingga bulan desember 2020.

Rutan  akan terus melakukan pelayanan ekstra bagi semua warga untuk bisa bebas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami harus memastikan warga binaan kami mendapatkan haknya dalam hal ini asimilasi, selain itu hal tersebut juga bisa mengurangi beban over kapasitas hunian di rutan samarinda,” tegas Alanta  (*)

Tag: