Kadinkes Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal. (Foto Istimewa)

SANGATTA.NIAGA.ASIA – Sebanyak 21 orang berstatus karyawan perusahaan swasta PT Thiess Contractors Indonesia (TCI) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di karantina di sebuah hotel di Sangatta. Mereka semua di karantina di Hotel Grand Mesfa Mulia Sangatta, jalan Yos Sudarso IV, Teluk Lingga, Kutim, Kaltim.

“Ada tambahan jadi 21 orang semua di Mesfa (Hotel Grand Mesfa Mulia Sangatta),” ujar Kadinkes dr Bahrani Hasanal saat dikonfirmasi awak media, Selasa (26/5/2020).

Karantina dilakukan sejak 21 Mei 2020 ketika salah seorang karyawan PT TCI berisinial PS asal Sangatta Selatan melakukan rapid test di RS-PKT dengan hasil reaktif. Rapid test tersebut dilakukan PS lantaran alasan orang tuanya meninggal dunia.

Dari situlah ia meminta ijin kepada admin mining perusahaan, untuk bisa pergi ke luar daerah. Saat itu admin perusahaan meminta agar PS harus ijin langsung kepasa Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kutim.

Akhirnya, jelas Bahrani, Tim Gugus Tugas meminta PS untuk melakukan repid test terlebih dahulu, namun ternyata hasil menunjukan bahwa PS reaktif. Setelah itu, pada 21 Mei 2020 Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kutim melakukan investigasi terhadap tim kerjanya dalam satu crew.

“Dari investigas itu terdapat 17 orang melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan. Maka seluruh karyawan yang pernah kontak langsung di karantina,”paparnya.

Saat ini seluruh karyawan yang kontak erat dengan PS sedang di karantina di Hotel Grand Mesfa Mulia Sangatta. Telah melakukan rapid test dengan hasil 2 orang reaktif. Saat ini Bahrani mengaku masih menunggu jadwal untuk dilakukan pengambilan tes swab.

“Ada dua yang rapid (test) reaktif, menunggu penjadwalan swab,” tutupnya. (*/hms7/hms3)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *