Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak saat menjelaskan kasus Covid-19 per hari Senin (6/4). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Klaster Gowa hari ini, kembali menyumbang penambahan terbesar kasus terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19) di Kalimantan Timur jadi 31 kasus. Namun sayang, penelusuran eks peserta Ijtima Gowa asal Kalimantan Timur, tiga hari ini terhenti di angka 639 orang.

Dalam penjelasan hari ini terkait kasus Covid-19, Dinas Kesehatan Kalimantan Timur melansir, ada penambahan 71 kasus orang dalam pemantauan (ODP).

“Total selesai pemantauan ada 2.238 kasus. Sementara yang masih dalam pemantauan ada 2.393 kasus,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Kaltim Andi M Ishak, melalui teleconfenrence yang juga diikuti Niaga Asia, Senin (6/4) sore.

Penambahan 8 Kasus PDP Baru

Tercatat, hari ini ada 8 kasus pasien dalam pengawasan (PDP) baru di Kalimantan Timur. Enam kasus itu diantaranya ada di Balikpapan, dan 2 lainnya ada di kabupaten Paser.

Enam kasus di Balikpapan, menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Balikpapan. Seperti mulai dari RSUD Kanujoso Djatiwibowo, RS Tentara, RS Bhayangkara, serta RSUD Beriman.

Sementara, 2 kasus PDP baru lainnya ada di kabupaten Paser. Diketahui, keduanya saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Panglima Sebaya. “Keduanya usai melalukan perjalanan dari kota Balikpapan,” ujar Andi.

Info grafis kasus Covid-19 di Kaltim per hari Senin (6/4). (Sumber : Dinkes Kaltim)

Ada 6 kasus Positif Covid-19 Baru

Andi juga menjelaskan 6 kasus positif baru. Dua berada di Balikpapan, dan 4 lainnya ada di Penajam Paser Utara (PPU). Empat kasus di PPU ini cukup mengejutkan. Mengingat, sampai Minggu (5/4) kemarin, PPU masih nol kasus terkonfirmasi positif.

Untuk Balikpapan, adalah pasien berkode Balikpapan 16 seorang perempuan, usia 60 tahun. Pasien itu usai melakukan kegiatan kerohanian, di Balikpapan. Sementara, pasien lainnya berkode Balikpapan 17, seorang perempuan usia 30 tahun, usai perjalanan dari Sukabumi, Jawa Barat.

“Untuk pasien 60 tahun di Balikpapan, tidak terkait klaster manapun. Sedang didalami oleh Dinkes Balikpapan, karena tidak diketaui jelas riwayat kontaknya. Balikpapan memang menjadi kewaspadaan tinggi (mengingat statusnya sebagai kota transmisi lokal penularan Covid-19),” jelas Andi.

Sedangkan, untuk 4 kasus positif baru di PPU, kesemuanya berasal dari klaster Gowa. Untuk pasien berkode PPU 1 adalah laki-laki usia 60 tahun, PPU 2 laki-laki usia 16 tahun, PPU 3 laki-laku usia 17 tahun dan PPU 4 laki-laki usia 19 tahun.

“Untuk PPU 1, keluhan batuk. Hasil rapid test pada 1 April hasilnya negatif. Namun setelah dirujuk ke RSUD Penajam karena keluhan tidak berkurang, terdapat gambaran pneumonia. Hari ini, dari hasil swab, positif Covid-19,” ungkap Andi.

“Sedangkan untuk PPU 2 sampai PPU 4, merupakan hasil tracing dari PPU 1. Pada 2 April dilakukan pemeriksaan dan rapid test hasil positif. Pemeriksaan swab, hari ini positif,” jelas Andi.

Data peserta Ijtima Asia di Gowa Sulsel asal Kaltim yang berhasil ditelusuri. (Sumber : Dinkes Kaltim)

6 Kasus Positif dari Klaster Gowa

Penambahan 4 kasus positif hari ini dari klaster Gowa, menjadikan kasus keenam di Kalimantan Timur. Kasus pertama, adalah laki-laku usia 60 tahun, warga Banjarmasin Kalsel, yang dirawat di Balikpapan, dan masuk kasus Covid-19 Kalimantan Timur.

Namun yang tercatat sebagai warga Kaltim, pertama kali dari Samarinda, laki-laki usia 60 tahun, yang terkonfirmasi positif, Sabtu (4/4) lalu. Empat kasus positif baru dari klaster Gowa, bertambah dari 4 di PPU.

Meski Andi menyatakan upaya penelusuran klaster Gowa terus maksinal, namun tidak ada penambahan jumlah eks peserta Gowa dalam 3 hari terakhir ini. “Yang berhasil ditelusuri masih 639 orang se-Kaltim dari pelaku perjalanan Gowa,” demikian Andi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *