7 Bulan di Nunukan, Yonarmed 18/Komposit Gagalkan Peredaran 16,7 Kilogram Sabu

Dansatgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit Letkol Arm Yudhi Ari Irawan memperlihatkan 2 kilogram sabu hasil tangkapan (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA– Salah satu prestasi Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit RI – Malaysia, selama 7 bulan  bertugas di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara adalah  berhasil menggagalkan peredaran 16,7 kilogram narkotika jenis sabu-sabu yang diselundupkan dari Sabah, Malaysia.

“Berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika ke wilayah negara Indonesia, satu dari empat kategori keberhasilan dalam bertugas  sebab,” kata Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit Letkol Arm Yudhi Ari Irawan pada Niaga. Asia, Senin (09/05/2022).

Keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkotika, artinya berhasil mencegah beredar di masyarakat. Keberhasilan itu tidak lepas dari koordinasi dengan Polri dan unit satuan, termasuk peran satuan intelijen, serta  masyarakat.

“Masyarakat di perbatasan selalu aktif menginformasikan dugaan-dugaan peredaran barang terlarang seperti sabu-sabu,” ujar Dansatgas.

Diterangkan pula, 16,7 kilogram sabu yang berhasil diamankan itu berasal dari 13 kasus, melibatkan 12 warga negara Malaysia,  warga  Nunukan  dan warga Sulawesi Selatan. Rinciannya, dari penangkapan  terbesar yakni 8 kilogram dilakukan anggota perwakilan Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit bersama unit intel Kodim Tarakan di Bandara Tarakan. Sabu itu sudah dalam kargo dan sudah siap dikirim ke luar daerah.

“Sabu tangkapan di Bandara Tarakan diserahkan ke Kodim Tarakan, untuk selanjutnya dilakukan pengembangan penyelidikan di Satresnarkoba Polres Tarakan,” ungkap Dansatgas.

Kemudian, bertepatan Ulang Tahun Yonarmed 18/Komposit tanggal 16 Februari 2022, Satgas Pamtas berhasil mengamankan sabu 2,1 kilogram. Penangkapan berawal dari informasi Pos Sei Ular terkait adanya kapal dari Kalabakan Malaysia masuk perbatasan Indonesia.

Barang yang diangkut kapal dibawa ke pelabuhan tradisional Sei Bolong, setiba disana dibawa lagi naik angkot menuju pelabuhan Tunon Taka Nunukan. ketika dilakukan penggeledahan barang, ditemukan satu ember berisi sabu, milo dan gula.

“Sabu disimpan dalam ember cat bercampur dengan gula, milo dan lainnya. Semua produk dari Malaysia, bebernya.

Dihari yang sama Satgas Pamtas terlibat dalam penangkapan sabu seberat 6 kilogram di pelabuhan Tunon Taka Nunukan bersama Kodim dan KSKP. Sabu itu dikemas layaknya stagen  diikat di bagian perut tersangka.

Sedangkan penangkapan pertama dari sabu 16,7 kilogram itu dimulai tanggal 19 November 2021  diamankan  50 gram sabu. Lokasi penangkapan di depan Pos Dalduk Satgas Pamtas Kecamatan Sebuku, sekitar pukul 12:30 Wita atau ketika sholat Jum’at.

Kemudian, penangkapan di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, pukul 13:20 Wita dengan barang bukti 75,2 gram sabu. Keberhasilan terus berlanjut dengan menggagalkan transaksi narkotika paket kecil sabu siap jual 0,5 gram di sekitar pelabuhan tradisional Sei Bolong, Kecamatan Nunukan, pada tanggal 01 Desember 2021 pukul 23:00 Wita. Tanggal 15 Desember, berhasil diamankan sabu 0,2 gram di sekitaran Pos Gatma Sei Menggaris. Sabu itu terjatuh dari jaket pemiliknya.

Dari giat patroli gabungan Pos Tanjung Aru bersama Satresnarkoba Polres Nunukan dan satuan SGI tanggal 27 Januari 2022 pukul 21:00 Wita  di Tanjung Harapan Sebatik diamankan  sabu 0,8 gram dari dalam mobil warga.

“Selang berapa jam sekitar pukul 01:30 Wita tanggal 28 Januari 2022 dilakukan kembali penangkapan di Desa Aji Kuning, Sebatik, dengan barang bukti 101,48 gram,” ujarnya.

Tanggal 18 Februari mengamankan sabu seberat 0,27 gram di Sei Nyamuk Sebatik, disusul 23 Februari penangkapan di patok 5 dan 7 Sei Limau Sebatik, seberat 125 gram siang hari dan lanjut malam hari seberat 50,2 gram.

Terakhir tanggal 10 Maret 2022 dapat sabu dari warga Malaysia pedagang ikan, 11 Maret ditangkap lagi 50 gram di Sei Limau, Sebatik.

“Tanggal 25 Maret diamankan sabu 0,5 gram di Aji Kuning Sebatik,” pungkasnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: