aa
Tes urine dadakan di BNNP Kaltim, termasuk Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur, Brigjen Pol Raja Haryono (paling kiri). (handout/BNNP Kaltim)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Timur, pagi tadi melakukan tes urine dadakan bagi 78 orang pegawainya. Sebagian pegawai memang terlihat terkejut. Namun demikian, semua hasil tes urine negatif narkoba.

Tes urine dadakan dilakukan sekira pukul 09.00 Wita. Tepatnya, usai apel rutin setiap pagi. Semua pegawai yang berkumpul di lapangan, diinstruksikan tidak meninggalkan kantor. Mereka digiring, diarahkan ke dalam lobi kantor. Tiap 5 pegawai, diminta buang air kecil di kamar kecil kantor. Petugas BNN sendiri, mengawasi keluar masuk pegawai dari dan ke kamar kecil, hingga menyerahkan sampel urine ke petugas penguji urine.

Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur, Brigjen Pol Raja Haryono, beserta semua pejabat eselon III dan IV, tidak luput dari tes urine dadakan itu. “Tes urine ini kita gelar, sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan, dan peredaran narkoba. Kita tidak melihat siapapun itu,” kata Haryono, dalam keterangan tertulis diterima Niaga Asia, Jumat (4/1).

Dia menjelaskan, sebelum melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba, dia ingin memastikan lebih dulu, semua personel BNNP Kaltim, bebas dari indikasi penyalagunaan narkoba. “Seluruh personel harus bersih sebelum memberantas narkoba. Kalau ada yang terlibat, tentu tindak tegas sesuai hukum berlaku,” ungkap Haryono. Di sisi lain, untuk menunjang operasional pencegahan dan penindakan tahun 2019 ini, BNNP Kaltim mendapat personel baru K9 (anjing pelacak). “Di lapangan nanti, K9 menunjang kegiatan di lapangan,” tegasnya.

Para pegawai akhirnya tersenyum lebar. Sebab, hasil tes urine dadakan 78 pegawai, negatif terindikasi narkoba. Kendati demikian, Haryono kembali menegaskan, tes urine terus berlanjut dan rutin, tanpa diketahui waktunya. (*/ros)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *