Upaya pemadaman Karhutla di Tabalar, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. (Foto : istimewa)

BERAU.NIAGA.ASIA – Delapan orang pembakar lahan di Tabalar, kabupaten Berau, Kalimantan Timur, ditangkap kepolisian. Mereka sempat hendak mengecoh polisi, dengan berpura-pura kaget lahannya terbakar.

Keterangan diperoleh, penangkapan dilakukan belum lama ini, di lokasi lahan yang terbakar, dan ditetapkan tersangka Selasa (17/9) kemarin. Delapan orang itu diketahui 6 warga Berau, dan 2 lainnya warga kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Kasus pembakaran lahan itu sendiri, terungkap setelah sebelumnya, Satgas Karhutla Kabupaten Berau, mendeteksi adanya 2 titik panas (hotspot), di kawasan Tabalar, pada 31 Agustus 2019 dan 14 September 2019.

Benar saja, setelah dilakukan pengecekan sesuai koordinat, dipastikan titik panas itu berasal dari lahan yang terbakar, di Tabalar. Kepolisian pun sigap melakukan penyelidikan.

“Di lokasi, mereka ini sempat pura-pura kaget, dengan kobaran api di lahan mereka. Kita selidiki, ternyata mereka sendiri yang membakar,” kata Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, dikonfirmasi Rabu (18/9).

Dari penjelasan pelaku, aksi bakar lahan itu, bertujuan untuk menjadikannya sebagai kebun sawit. “Setelah membakar, tidak diamankan hingga apinya meluas,” ujar Sigit.

Tidak kurang 30 hektare lahan hangus pascakejadian. Penyidik menjerat para pelaku dengan UU No 41/1999 tentang Kehutanan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *