Distribusi Elpiji 3 Kg Samarinda Sesuai Kuota, Pertamina Ingatkan Warga Tidak Menimbun

Aktivitas penyaluran elpiji 3 Kg di kota Samarinda, Jumat 9 Juni 2023. Hingga bulan Mei 2023 telah tersalurkan sekitar 4 juta tabung dari kuota 3,6 juta tabung elpiji 3 Kg (HO-Pertamina Patra Niaga Kalimantan)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur, memastikan penyaluran kuota elpiji 3 Kg subsidi sesuai dengan jumlah kota yang ditetapkan pemerintah pusat. Penegasan itu merespons infotmasi soal ketersediaan elpiji 3 Kg di kota Samarinda.

Kuota elpiji 3 Kg bersubsidi untuk Kota Samarinda sebanyak 26.838 metric ton (MT) atau sekitar 8,9 juta tabung. Di mana hingga bulan Mei 2023 telah tersalurkan sebanyak 12.030 MT atau sekitar 4 juta tabung.

“Jika dilihat dari pengaturan kuota bulanan, jumlah kuota yang seharusnya tersalur hingga Mei 2023 sebanyak 10.800 MT atau 3,6 juta tabung, namun realisasinya hingga 4 juta tabung. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terutama pada Hari Raya Idulfitri kemarin dan menjelang Iduladha nanti,” kata Arya Yusa Dwicandra, Area Manager Communication, Relations dan CSR Patra Niaga Regional Kalimantan, seperti dikutip niaga.asia melalui keterangan tertulis, Jumat 9 Juni 2023.

Sebagai lembaga penyalur elpiji 3 Kg bersubsidi yang ditunjuk pemerintah, Pertamina melalui Patra Niaga memastikan jumlah kuota yang tersalurkan, sesuai yang telah ditetapkan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak, seperti pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, agar kuota tetap tersalur sesuai yang ditetapkan,” Arya Yusa Dwicandra menegaskan.

Pertamina terus berkoordinasi secara aktif dengan Pemda, aparat penegak hukum dan para agen agar memperketat pengawasan ke pangkalan elpiji, serta melakukan sidak ke pangkalan, bahkan hingga ke pelaku usaha besar non UMKM yang menggunakan elpjji 3 Kg.

“Termasuk himbauan kepada masyarakat mampu secara ekonomi, untuk tidak membeli atau menggunakan elpiji 3 Kg bersubsidi,” tambah Arya Yusa Dwicandra.

Pertamina juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan elpiji, maupun melakukan penjualan kembali sebagai pengecer.

“Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 Kg untuk kota Samarinda sebesar Rp 18 ribu. Namun kami terus mendapatkan informasi bahwa harga di masyarakat sangat tinggi, bahkan tembus di angka Rp 40 ribu. Tentunya Pertamina dalam hal ini berharap adanya pengawasan bersama agar penyaluran subsidi menjadi tepat sasaran,” sebut Arya Yusa Dwicandra.

“Kami tidak bisa menindak para pengecer karena Pertamina tidak memiliki wewenang hukum. Jika masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melaporkan temuan kelangkaan, dapat menghubungi kontak Pertamina 135,” demikian Arya Yusa Dwicandra.

Sumber : Pertamina Patra Niaga Kalimantan | Editor : Saud Rosadi

Tag: