ASN Humas hingga Admin Medsos se-Kaltim Ikut Pelatihan Komunikasi Publik

Peserta dan panitia  Bimtek Public Speaking berlangsung selama tiga hari, dari 23 hingga 25 Juli 2025 di BPSDM Kaltim. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – BPSDM Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Public Speaking selama tiga hari yang berlangsung mulai 23-25 Juli 2025, di Kampus BPSDM Kaltim, Jalan H.A.M. Riffadin Nomor 88, Kota Samarinda.

Kegiatan Bimtek ini ditujukan bagi para ASN yang menduduki Jabatan Fungsional Pranata Hubungan Masyarakat (Prahum) maupun ASN yang memiliki tugas dan fungsi terutama di bidang komunikasi publik di lingkungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Sebanyak 80 peserta dari berbagai instansi di 10 kabupaten/kota se-Kaltim pun turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka merupakan perwakilan dari jajaran kehumasan, pengelola informasi publik, hingga admin media sosial instansi pemerintah yang aktif menjalankan peran komunikasi strategis di daerah masing-masing.

Ketua Panitia Penyelenggara, Tajuddin Noor, menyampaikan bahwa kegiatan ini didasarkan pada sejumlah regulasi nasional, termasuk UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, serta peraturan teknis mengenai pengembangan kompetensi dan jabatan fungsional.

“Bimtek ini dirancang untuk memperkuat kapasitas ASN dalam menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat secara efektif, persuasif, dan profesional,” ujarnya.

Materi yang diberikan meliputi sejumlah topik penting, seperti teknik dasar public speaking, komunikasi verbal dan nonverbal, hingga praktik langsung berbicara di depan audiens. Seluruh rangkaian kegiatan dibimbing oleh narasumber yang berpengalaman di bidang komunikasi dan pengembangan SDM.

“Ada materi bina suasana; pendidikan anti korupsi; teknik dasar public speaking dan praktek; kompetensi berbicara dan praktek; peran komunikasi verbal dan nonverbal dalam aktivitas public speaking dan praktek; serta materi tentang klasifikasi aktivitas dalam penataan dan praktek. Kegiatan ini berdurasi 42 jam pelajaran (JP),” paparnya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, dalam sambutannya saat membuka acara menekankan pentingnya peningkatan keterampilan komunikasi sebagai bagian dari profesionalitas ASN di era digital saat ini.

“Komunikasi yang baik itu kunci keberhasilan pelayanan publik. ASN di Kaltim harus mampu menjelaskan kebijakan dengan bahasa yang mudah dipahami, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang pelatihan, tetapi juga sarana untuk memperkuat jejaring kerja antarlembaga.

Dalam hal ini, Nina Dewi mengingatkan bahwa pengembangan kompetensi bukanlah proses satu kali selesai. Ini perjalanan berkelanjutan. Karena pada akhirnya, kemajuan organisasi sangat bergantung pada kemajuan individu-individu di dalamnya.

“Pertukaran pengalaman, praktik langsung, dan dinamika diskusi di forum ini diharapkan bisa memperluas wawasan serta memperkuat kolaborasi lintas instansi,” tambahnya.

BPSDM Kaltim berharap para peserta tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung di lingkungan kerja masing-masing, demi pelayanan publik yang lebih informatif, komunikatif, dan responsif.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan | ADV Diskominfo Kaltim

Tag: