Internet Gratis di Loa Kulu Dikeluhkan Tidak Stabil, Kominfo Kaltim Janji Evaluasi Januari 2026

Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, Kepala Dinas Kominfo Kaltim Muhammad Faisal, dan Sekcam Loa Kulu Khairuddinata. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kalimantan Timur (Kaltim) terus melanjutkan program GratisPol pemasangan internet di desa-desa, meski berbagai kendala mulai dikeluhkan masyarakat. Sejumlah perangkat desa di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara menyebut jaringan yang tersedia tidak stabil, bahkan ada yang tidak bisa digunakan sama sekali.

Keluhan itu disampaikan Sekretaris Camat (Sekcam) Loa Kulu, Khairuddinata. Dia mengkonfirmasi bahwa seluruh desa di wilayahnya telah menerima bantuan internet gratis. Namun, kualitas layanan dinilai belum optimal.

“Desa mendapat bantuan internet gratis, cuma ada beberapa kendala di desa seperti jaringan lemot, ada juga yang kadang bisa dipakai kadang tidak,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Khairuddinata menyebut terdapat 15 desa di Kecamatan Loa Kulu yang telah mendapatkan fasilitas internet gratis dari Kominfo Kaltim. Meski begitu, ia berharap pemerintah provinsi (pemprov) melakukan evaluasi agar jaringan dapat berfungsi lebih baik.

Keluhan serupa juga datang dari Kepala Desa Sumber Sari Sutarno, yang memastikan internet gratis di desanya sudah terpasang sejak lama dengan provider Indihome. Namun, manfaatnya belum dirasakan.

“Pemasangannya sudah lama, saya lupa bulan apa. Ada, cuma nggak bisa dipakai,” katanya, Rabu (26/11/2025).

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal, meminta masyarakat memahami bahwa kendala jaringan merupakan hal yang lumrah.

“Ya, namanya banyak, sekali-sekali tidak stabil. Di kota juga kita bayar tiap bulan juga kadang lemot,” tegasnya, Kamis (27/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa faktor gangguan bisa berasal dari pusat, bandwidth rendah, hingga kerusakan di lapangan. Bahkan, beberapa lokasi mengalami putusnya kabel fiber optik (FO) akibat digigit hewan.

Selain itu, Faisal juga mengklaim bahwa isu keterlambatan pembayaran bukan penyebab jaringan lemot. Seluruh kontrak pembayaran dengan provider akan dilakukan sekaligus pada awal Desember.

“Pembayaran sesuai kontrak, pembayaran nanti di awal bulan Desember. Kalau jaringan tidak stabil, itu bukan karena pembayaran telat,” jelasnya.

Faisal mengungkapkan bahwa hingga hari ini 734 desa atau 87 persen dari target 841 desa sudah tersambung internet gratis.

“Yang terakhir ini memang agak lambat karena tinggal kee desa-desa yang sulit-sulit. Yang enggak ada listrik, yang jauh, yang enggak terjangkau FO, mau enggak mau pakai Starlink,” terangnya.

Setelah seluruh pemasangan tuntas, Pemprov Kaltim akan melakukan evaluasi menyeluruh pada Januari 2026 untuk memperbaiki titik-titik yang bermasalah, termasuk opsi mengganti provider jika diperlukan.

“Yang jelas kami jalan dulu tahun ini sesuai target. Januari kita akan evaluasi, mana yang masalah-masalah kita baiki. Kalau perlu provider-nya kita ganti,” paparnya.

Sebagai bentuk monitoring, awal Desember Pemprov Kaltim akan menggelar pertemuan virtual bersama kepala desa dan Gubernur Kaltim. Sekitar 100 desa direncanakan ikut dalam sesi zoom tersebut.

“Sekaligus Pak Gubernur bisa cek,” pungkasnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan | Advertorial Diskominfo Kaltim

Tag: