
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan, Pemerintah Provinsi Kaltim tidak berencana dan tidak pernah menerima usulan dari daerah-daerah menunda pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim tahun 2026 ke tahun 2027, dengan alasan banyak kabupaten/kota tak siap berpartisipasi sebab, tak punya anggaran.
“Hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait penundaan Porprov,” kata Faisal usai mendampingi Gubernur Rudy Mas’ud menghadiri penyerahan bonus atlet pada PON XXI Aceh-Sumut dan Peparnas XVII Solo, Kamis (27/11/2025).
Porprov Kaltim terakhir dilaksanakan bulan November tahun 2022, dimana saat itu daerah yang jadi pelaksana adalah Berau. Porprov yang diadakan setiap empat tahun sekali, tahun 2026 yang akan bertindak sebagai tuan rumah adalah Paser.
“Ya, harusnya tetap kita jalankan. Tapi KONI yang lebih tahu. Mudah-mudahan kita bisa temukan titik temu bagaimana menuju tiga besar dengan anggaran terbatas,” tuturnya.
Menurut Faisal, secara pribadi dia berpendapat, yang tepat Porprov diusahakan tetap dilaksanakan tahun 2026 sebab, pada tahun 2027 atlet Kaltim sudah harus mengikuti Pra-PON 2028.
“Saya enggak tahu kalau ada usulan orang per orang minta Porprov ditunda, tapi target kita tetap 2026, dilanjutkan tahun 2027 atlet mengikuti Pra-PON dan agenda lain,” ungkapnya di Aula Dispora Kaltim Komplek Kadrie Oening Samarinda.
Menurutnya, menjaga jadwal pelaksanaan Porprov sesuai rencana menjadi penting, karena Kaltim memiliki ambisi besar untuk meningkatkan prestasi olahraga, termasuk mengejar target masuk tiga besar di PON 2028 mendatang. Untuk mencapai ambisi tersebut, dibutuhkan waktu satu tahun menyiapkan atlet.
“Kalau kita ingin mengejar target, misalnya tiga besar di PON, berarti persiapan minimal satu tahun. Itu sebabnya kita harus tetap laksanakan Porprov sesuai jadwal dan selektif memilih cabor yang akan diikuti di PON,” jelasnya.
Faisal mengungkapkan bahwa ia juga sudah berkomunikasi dengan KONI Kaltim terkait strategi menghadapi kondisi anggaran yang terbatas. Dalam waktu dekat, Dispora Kaltim bersama KONI akan menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk membahas roadmap Kaltim menuju tiga besar nasional, sekaligus menyesuaikan pola pembinaan dengan kemampuan anggaran.
“Mudah-mudahan segera kita buat FGD agar bagaimana Kaltim menuju tiga besar nasional bersama-sama KONI. Dengan anggaran yang tipis-tipis ini, kita harus menemukan titik temu,” terangnya.
Dispora menyadari bahwa dengan kondisi keuangan yang tidak longgar, langkah seleksi menjadi tidak terhindarkan. Faisal menyebut rencananya adanya cabang olahraga (cabor) akan dikelompokkan dalam tiga grade untuk menyesuaikan prioritas pendanaan dan fokus pembinaan.
Grade 1: Cabor yang memiliki potensi kuat meraih medali emas dan menjadi penyumbang utama prestasi.
Grade 2: Cabor yang berada dalam tahap berkembang atau berpotensi, namun belum mencapai level teratas.
Grade 3: Cabor kategori binaan atau pengembangan jangka panjang.
“Kita harus selektif, kita siapkan atlet cabor-cabor yang memang berpotensi menghasilkan medali emas,” katanya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan | Advertorial Diskominfo Kaltim
Tag: porprov