
BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan memastikan kesiapan pasokan uang rupiah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Upaya itu dilakukan melalui sinergi intensif bersama perbankan di wilayah Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser.
Pada periode Nataru 2025–2026, kebutuhan uang tunai di wilayah kerja KPwBI Balikpapan diproyeksikan mencapai Rp1,77 triliun, meningkat sekitar 8 persen dibandingkan Nataru tahun sebelumnya sebesar Rp1,64 triliun.
Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan optimisme pertumbuhan transaksi masyarakat pada triwulan IV 2025.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi menegaskan, Bank Indonesia berkomitmen menjaga ketersediaan uang rupiah yang cukup dan layak edar, baik dari sisi nominal maupun pecahan.
“Kami memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat terpenuhi secara optimal menjelang Natal dan Tahun Baru. Sinergi dengan perbankan menjadi kunci agar layanan penukaran uang dapat menjangkau masyarakat secara luas,” kata Robi Ariadi, dalam keterangannya, Senin 22 Desember 2025.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan uang kartal, Bank Indonesia telah menyiapkan pasokan uang layak edar dengan komposisi pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Di Kota Balikpapan, layanan penukaran uang disediakan melalui empat titik layanan. Sedangkan di Kabupaten PPU dan Paser dilakukan melalui jaringan perbankan setempat.
Selain itu, Bank Indonesia bersama perbankan juga menggelar program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI), dengan tema “Rupiah Terjaga untuk Natal Penuh Kasih”, yang dilaksanakan pada Sabtu14 Desember 2025 melalui layanan kas keliling di Gereja Santa Theresia dan Gereja Pantekosta Balikpapan.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia menyiapkan modal kerja sebesar Rp1 miliar untuk melayani sekitar 200 jemaat yang membutuhkan layanan penukaran uang menjelang perayaan Natal.
Ketua FKUB dan pimpinan gereja menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi Bank Indonesia dalam mendukung kelancaran perayaan Natal, sekaligus berharap program kolaboratif seperti ini dapat terus berlanjut guna menjaga kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama.
Rangkaian kegiatan SERUNAI juga berlangsung pada 21 Desember 2025 di Gereja Bethany “Favor of God” dan Gereja Katolik Santa Martinus LANUD.
KPwBI Balikpapan juga memastikan kesiapan kas titipan di Kabupaten Paser untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat selama periode puncak Nataru.
Sementara itu, sepanjang tahun 2025, aliran uang keluar (outflow) dari kas KPwBI Balikpapan diprakirakan mencapai Rp7,92 triliun, turun sekitar 14 persen secara tahunan dibandingkan tahun 2024.
Adapun aliran uang masuk (inflow) diproyeksikan sebesar Rp3,5 triliun, atau turun 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Robi, penurunan aliran uang tersebut tidak terlepas dari meningkatnya penggunaan transaksi non tunai di tengah masyarakat, khususnya melalui QRIS.
“Di tengah meningkatnya transaksi digital, kebutuhan uang kartal tetap naik pada momen HBKN seperti Natal dan Tahun Baru. Karena itu, Bank Indonesia tetap menyiapkan uang tunai secara memadai sambil terus mendorong masyarakat menggunakan transaksi non tunai secara bijak,” jelasnya.
Sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan, KPwBI Balikpapan juga terus mengampanyekan program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah melalui edukasi, publikasi, dan kegiatan edutainment yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui langkah tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan uang rupiah, kelancaran transaksi masyarakat, serta stabilitas ekonomi daerah selama periode HBKN Nataru 2025–2026.
Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi
Tag: BalikpapanBank IndonesiaNataruNataru 2026