
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kinerja pelabuhan Kuala Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara, mulai menggeser Pelabuhan Kariangau Balikpapan dan Palaran Samarinda.
Jumlah barang yang dibongkar melalui laut dari Kaltim pada 2024 didominasi oleh Pelabuhan Kuala Samboja, mencapai 24.931,44 ribu ton atau 53,26 persen dari total angkutan laut. Kemudian, jumlah barang yang diangkut melalui laut dari Kaltim pada 2024, masih didominasi oleh Pelabuhan Kuala Samboja sebesar 25.689,66 ribu ton atau 24,51 persen dari total angkutan laut.
Demikian Statistik Transportasi Laut Provinsi Kalimantan Timur 2024 yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur dan dapat diakses publik sejak 30 Desember 2025. Statistik Transportasi Laut Provinsi Kalimantan Timur 2024 merupakan publikasi yang menyajikan data transportasi laut di Provinsi Kalimantan Timur.
Data yang disajikan pada publikasi ini meliputi data kunjungan kapal, bongkar dan muat barang serta jumlah penumpang datang dan berangkat di Provinsi Kaltim. Data kunjungan kapal, bongkar-muat, dan penumpang datang/berangkat dihimpun dari sepuluh pelabuhan sampel Survei SIMOPPEL di Kaltim; diolah dari dokumen PT Pelindo (Persero), KUPP, dan KSOP.
Dikutip dari investortrust.id, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) Perjanjian Sewa Barang Milik Negara (BMN) yakni Pelabuhan Ambarawang Laut, Kuala Samboja, Kalimantan Timur dengan nilai aset sebesar Rp 318.207.821.050 kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Tanjung Berlian Samboja.
Penandatanganan MoU ini dilaksanakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan dan Direktur Utama PT Tanjung Berlian Samboja, Muhammad Taufiq Sidiki di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Oktober 2024.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan dalam kesempatan itu merinci, BMN yang menjadi objek sewa tersebut berupa tanah lapangan penimbunan barang konstruksi tanah dengan total luasan 250.000 m2, tanah untuk jalan lainnya (18.130 m2), portable generating set dengan jumlah dua unit, bangunan gedung instalasi lainnya (25 m2), gedung pos jaga permanen (15 m2), lampu dengan jumlah 16 unit, dan checkdam atau penahan sedimen (1.218 m2).
“Perjanjian sewa infrastruktur ini berlaku untuk jangka waktu selama 50 tahun, terhitung sejak ditandatangani oleh kedua pihak dan dapat diperpanjang setelah mendapat persetujuan Pengelola Barang,” terangnya.
Lollan juga menjelaskan, Pelabuhan Kuala Samboja merupakan pelabuhan yang terletak di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Kutai Kartanegara dan berada di antara Pelabuhan Samarinda dan Balikpapan. Sehingga pelabuhan ini diharapkan dapat menjadi pendamping dan penyangga kedua pelabuhan tersebut.

Kunjungan kapal untuk pelayaran dalam negeri di Pelabuhan Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2024 mencapai 69.587 unit atau naik 11,43 persen dibanding tahun 2023. Volume total 227,82 juta GT (GrossTonase/Toanzse Kotor) , maka rata-rata GT kapal yang berkunjung ke pelabuhan di Kaltim mencapai 3,27 ribu GT atau turun 5,63 persen dibanding tahun 2023.
Sedangkan pelabuhan dengan frekuensi kunjungan kapal tertinggi adalah Pelabuhan Samarinda, sebanyak 23.062 kunjungan dengan total GT 68,94 juta. Sebaliknya, pelabuhan dengan frekuensi kunjungan kapal paling rendah adalah pelabuhan Kariangau sebanyak 582 kunjungan kapal, dengan total 3,49 juta GT.
Kaltim merupakan salah satu provinsi yang berperan penting dalam sistem transportasi laut nasional. Kondisi geografis perairan di Kaltim mencakup wilayah perairan pesisir Selat Makassar dan laut Sulawesi sekaligus menjadi batas provinsi di sebelah timur, menjadikan transportasi laut di Kaltim sebagai sarana vital penghubung antar wilayah, baik untuk mobilitas angkutan barang, penumpang, serta hasil tambang.
Peran sektor transportasi yang memang penting dalam pembangunan, tentu saja perlu mendapat atensi lebih dari pemerintah selaku pengambil kebijakan. Beberapa kajian telah banyak dilakukan dalam melihat berapa besar dampak dari keberhasilan pembangunan di suatu wilayah, termasuk dari bidang transportasi.
”Mokodompit dan Junaedi (2025) menemukan bahwa pembangunan infrastruktur laut mempercepat distribusi barang, menstabilkan harga, serta membuka peluang ekonomi pesisir,” kutip Kepala BPS Kaltim, Dr. Yusniar Juliana, S.ST, MIDEC.
Bongkar muat barang
Menurut Yusniar, BPS Kaltim mencatat, dibandingkan tahun 2023, volume bongkar muat barang untuk pelayaran dalam negeri pada 2024 mengalami peningkatan masing- masing sebesar 70,19 persen untuk bongkar dan 32,93 persen untuk muat barang.

Jumlah barang yang dibongkar melalui laut dari Kaltim pada 2024 didominasi oleh Pelabuhan Kuala Samboja, mencapai 24.931,44 ribu ton atau 53,26 persen dari total angkutan laut. Pelabuhan lain dengan volume signifikan adalah Bontang 8.638,35 ribu ton atau 18,45 persen. Aktivitas bongkar barang melalui Pelabuhan lainnya di Kaltim selama 2024 berkisar di bawah 10 persen.
”Selama 2024, jumlah angkutan barang yang dibongkar melalui jalur angkutan laut mencapai 46.811,83 ribu ton naik 70,19 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi disebabkan meningkatnya volume barang yang dibongkar hampir di semua pelabuhan, kecuali Tanjung Santan yang tercatat turun sebesar 36,88 persen atau 18,30 ribu ton. Hal ini disebabkan, pada bulan Maret dan April tahun 2024, tercatat Pelabuhan Tanjung Santan tidak melakukan aktivitas bongkar barang,” ungkapnya.
Sementara itu, kenaikan volume barang yang dibongkar terjadi di Pelabuhan Kuala Samboja 65,04 persen, Sangatta 47,49 persen, Tanjung Redeb 27,19 persen, Semayang 20,26 persen, Kariangau 13,04 persen, Tanah Grogot 10,58 persen, Samarinda 9,22 persen, Bontang 6,75 persen dan Sangkulirang 1,31 persen.
Kemudian, kata Yusniar, jumlah barang yang diangkut melalui laut dari Kaltim pada 2024, masih didominasi oleh Pelabuhan Kuala Samboja sebesar 25.689,66 ribu ton atau 24,51 persen dari total angkutan laut.
Pelabuhan lain dengan volume muat signifikan adalah Pelabuhan Sangatta 18.536,61 ribu ton atau 17,68 persen; Tanjung Redeb 18.362,92 ribu ton atau 17,52 persen; Sangkulirang 16.743,72 ribu ton atau 15,97 persen; dan Tanah Grogot 12.652,92 ribu ton atau 12,07 persen. Sedangkan pelabuhan lainnya di bawah 10 persen.
BPS juga melaporkan, jumlah angkutan barang yang diangkut melalui jalur angkutan laut selama tahun 2024 mencapai 104.819,37 ribu ton naik 32,93 persen dibanding tahun 2023. Tercatat kenaikan volume barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Kuala Samboja 133,53 persen, Semayang 74,14 persen, Tanjung Redeb 43,48 persen, Sangatta 19,64 persen, Tanah Grogot 11,03 persen, Bontang 9,21 persen, Tanjung Santan 8,51 persen, dan Sangkulirang 3,47 persen.
“Sebaliknya, penurunan terjadi di Pelabuhan Samarinda 20,94 persen dan Kariangau 9,51 persen,” pungkas Yusniar.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Pelabuhan