Operasional Kanwil Kemenhaj dan Umrah di Kaltim Bakal Pakai Aset Pemprov

Wagub Kaltim Seno Aji saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI 2026 di Halaman Kantor Kemenag Kaltim di Samarinda, Sabtu 3 Januari 2026. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Pemerintah resmi membentuk kementerian baru yang menaungi urusan haji dan umrah yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Namun saat ini di Kaltim sendiri, sementara waktu Kementerian Haji (Kemenhaj) dan Umrah masih berkantor di Gedung Kanwil Kemenag Provinsi Kaltim.

Ke depannya Pemprov Kaltim berencana akan meminjamkam atau menghibahkan aset gedung milik Pemprov Kaltim yang tidak dipakai, untuk operasional Kemenhaj dan Umrah di daerah.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat apel Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag RI 2026, di Kantor Kanwil Kemenag Kaltim Jalan Basuki Rahmat, Sabtu 3 Januari 2026.

Seno menerangkan, pihaknya akan menginventarisir aset-aset daerah yang sekiranya bisa digunakan secara optimal untuk mendukung operasional Kemenhaj dan Umrah wilayah Kaltim.

“Nanti kita akan lihat kalau ada aset yang bisa kita pinjamkan atau hibahkan untuk operasional haji dan umrah,” kata Seno.

Seno bilang meskipun secara struktural terjadi pemisahan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), tujuan utama dalam mewujudkan keagamaan yang damai antara umat beragama tetap menjadi prioritas utama.

“Kementerian agama didirikan untuk menjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Kini peran tersebut semakin luas dan krusial untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama,” ujar Seno.

Kemenhaj dan Umrah sendiri menurut Seno memiliki fungsi mengakomodir pelaksanaan haji dan umrah secara profesional, mulai dari pendaftaran, pembinaan dan bimbingan.

Sedangkan, Kemenag sendiri memiliki tugas memperkuat fondasi ekonomi umat melalui pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan seperti zakat, wakaf, infaq dan shodaqoh dan penggerak badan usaha pesantren.

Untuk di bidang pendidikan madrasah dan sekolah keagamaan hingga Perguruan Tinggi keagamaan sendiri, Kemenag hadir untuk memastikan peningkatan kualitas sejajar, bahkan melampaui sekolah umum lainnya, dengan melakukan berbagai inovasi pada kurikulum belajar.

“Dengan inovasi kurikulum tersebut serta peningkatan sarana prasarana, maka dapat menempatkan institusi Kemenag sejajar dengan pendidikan yang lain bahkan melebihinya,” demikian Seno Aji.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: