Enggan Maju Ketua KONI Kaltim 2026-2030, Rusdiansyah Aras: Takut Tidak Mampu

Rusdiansyah Aras (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur 2022-2026 Rusdiansyah Aras, resmi menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali untuk kedua kalinya sebagai Ketua KONI Kaltim periode 2026–2030. Alasannya, dia merasa tidak mampu untuk mengemban kembali amanah itu.

Keputusan tersebut disampaikannya secara terbuka dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2026, di Aula Kadrie Oening Tower Sempaja, Samarinda, Sabtu 3 Januari 2026.

Rusdiansyah Aras menjelaskan keputusan untuk melempar tanggung jawab baru dalam pencalonan itu kepada pemimpin baru mendatang, didasari oleh pertimbangan mengenai tantangan olahraga ke depan yang dinilai semakin berat, sekaligus sebagai salah satu upaya penyegaran kepemimpinan.

“Saya takut nggak mampu, tantangannya harus bekerja maksimal. Melalui pertimbangan mendalam, maka memberikan kesempatan penyegaran (pimpinan yang baru). Ini juga sebagai upaya menyongsong prestasi olahraga pada PON 2028, maka saya menyatakan bahwa saya tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai ketua umum PON Kaltim 2026-2030,” kata Rusdiansyah.

Meskipun demikian, dia memastikan proses transisi kepemimpinan dari yang lama ke pemimpin yang baru nantinya akan tetap berjalan mulus, tanpa guncangan.

“Karena kepentingan atlet dan prestasi jauh lebih penting dibanding kepentingan pribadi dan kelompok,” tegas Rusdiansyah.

Dia juga yakin Ketua Umum KONI terpilih nantinya merupakan sosok yang paham akan olahraga, dan berjalan seirama untuk kepentingan Pemprov Kaltim.

Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2026, di Aula Kadrie Oening Tower Sempaja, Samarinda, Sabtu 3 Januari 2026. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

“Calon ketua adalah orang olahraga, mengerti olahraga dan seirama, sejalan dan satu visi dengan pemerintah,” sebut Rusdiansyah.

Selama menjabat sebagai Ketua KONI Kaltim periode 2022-2026, KONI Kaltim berhasil menghantarkan para atlet Kaltim untuk membawa pulang beberapa medali selama satu periode kepengurusan.

Meski Kaltim belum berhasil menembus target lima besar pada PON XXI/2024, namun terjadi peningkatan signifikan dari sisi perolehan medali. Kaltim berhasil mengoleksi 154 medali, terdiri dari 30 emas, 55 perak dan 69 perunggu, meningkat 54 persen dibandingkan PON XX/2021 Papua yang hanya meraih 100 medali.

Jika dibandingkan dengan PON XVII/2016 di Jawa Barat, Kaltim meraih 138 medali, capaian pada PON 2024 juga menunjukkan kenaikan sekitar 12 persen.

Prestasi membanggakan juga ditorehkan pada ajang PON Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, di mana Kaltim sukses menembus lima besar nasional, berada di bawah DKI Jakarta, Jabar, Jatim dan Jateng dengan perolehan 16 emas, 15 perak dan 32 perunggu.

Sementara itu, pada Sukan Borneo Kaltim kontingen Kaltim menempati peringkat ketiga dengan perolehan mendali 12 emas, 11 perak dan 8 perunggu. Atlet-atlet Kaltim juga turut mengharumkan nama Indonesia di SEA Games Thailand, dengan sumbangan 3 emas, 8 perak dan 10 perunggu.

“Prestasi selama ini kerja kolektif, bukan kerja saya sendiri, melainkan kerja bersama. Dalam menghadapi tantangan ke depan, kita harus bersatu untuk meraih prestasi target 3 besar seperti yang diinginkan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam PON 2028,” demikian Rusdiansyah Aras

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: