Donald Trump Umumkan Penangkapan Presiden Venezuela dan Istri

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores. (Foto: AFP/FEDERICO PARRA via CNN Indonesia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat klaim bahwa militer AS telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, Sabtu (03/01). Penangkapan ini terjadi bersamaan dengan serangan berskala besar AS ke Venezuela.

Setelah serangan berskala besar, Presiden Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores telah dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan terkait perdagangan narkoba, kata Presiden Trump.

Berikut adalah poin-poin utamanya sebagaimana dilaporkan BBC News Indonesia:

AS akan ‘mengendalikan’ Venezuela: Trump mengatakan AS akan “mengendalikan” Venezuela hingga terjadi “transisi kekuasaan yang aman, tepat, dan bijaksana”. Saat ditanya bagaimana tepatnya AS akan melakukannya, namun Trump tidak memberikan rincian

Infrastruktur minyak: Ia juga mengatakan perusahaan-perusahaan AS akan masuk ke Venezuela untuk memperbaiki infrastruktur minyaknya dan “mulai menghasilkan uang untuk negara tersebut [Venezuela]”.

AS siap untuk serangan kedua: Ia mengatakan AS siap untuk melancarkan serangan kedua ke Venezuela, tetapi kemungkinan besar tidak diperlukan

Sebuah ‘kemitraan’: Trump juga berbicara tentang ‘kemitraan’ antara AS dan Venezuela, yang menurutnya akan membuat warga Venezuela ‘kaya, mandiri, dan aman’. Ia menyebut Maduro sebagai ‘diktator yang tidak sah’

Apa selanjutnya?: Maduro dan istrinya akan dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan terkait perdagangan narkoba, tambah presiden AS. Maduro sebelumnya telah membantah menjadi pemimpin kartel narkoba.

Alasan penangkapan terkait narkotik

“Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS,” kata Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social.

“Detail lebih lanjut akan menyusul. Akan ada konferensi pers di Mar-a-Lago,” tulisnya. Mar-a-Lago yang dia sebut adalah resor di Florida, AS, yang dimiliki oleh Trump.

Pemerintah AS sejak lama menuduh Nicolás Maduro memimpin organisasi perdagangan narkotik internasional. Maduro telah dan selalu membantah tudingan ini. Tuduhan ini juga tidak memiliki kekuatan hukum.

Sebelumnya Trump menjanjikan hadiah sebesar US$50 juta atau setara Rp649 miliar bagi siapapun yang memberi petunjuk agar pasukan AS dapat menangkap Maduro.

Hal itu, bersama dengan peningkatan besar-besaran kekuatan militer di kawasan tersebut selama beberapa bulan terakhir.

Beberapa jam sebelum klaim penangkapan Maduro, Trump memerintahkan militer AS menyerang Venezuela, terutama fasilitas militer mereka.

Di ibu kota Venezuela, Caracas, ledakan telah terdengar dan asap terlihat mengepul di langit kota.

Terdapat banyak laporan ledakan yang hampir bersamaan di beberapa tempat di Caracas, termasuk instalasi militer.

La Carlota, lapangan terbang militer di pusat kota, dan pangkalan militer utama Fuerte Tiuna terdampak ledakan, menurut sejumlah saksi mata. Beberapa video yang beredar di media sosial juga menunjukkan ledakan di dua tempat itu.

Beberapa permukiman di sekitar pusat militer itu lantas mengalami pemadaman listrik. Terdapat laporan yang belum dikonfirmasi tentang pesawat yang terbang di atas kota.

Trump tidak memberikan detail lebih lanjut tentang bagaimana Maduro ditangkap atau ke mana dia dibawa. Pemerintah Venezuela belum mengonfirmasi klaim ini.

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan pemerintahannya tidak mengetahui keberadaan Maduro maupun Ibu Negara, Cilia Flores.

Rodríguez berkata, pemerintah Venezuela menuntut bukti keberadaan keduanya sesegera mungkin.

Menurut CBS News, Maduro ditangkap Delta Force dari Angkatan Darat AS. Info ini mereka dapatkan dari seorang pejabat AS. Delta Force adalah unit kontraterorisme militer AS.

Potret kobaran api di Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, setelah serangkaian ledakan di Caracas, Sabtu (03/01). Ledakan keras, disertai suara yang menyerupai deru pesawat terbang, terdengar di Caracas sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Setelah sejumlah ledakan itu, pemerintah Venezuela mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam serangan AS.

“Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah Venezuela,” demikian pernyataan tertulis itu.

Maduro dilaporkan telah mendeklarasikan keadaan darurat nasional. Dia menyebut serangan ke negaranya merupakan upaya AS untuk merebut sumber daya minyak dan mineral negaranya.

Maduro telah “menandatangani dan memerintahkan pelaksanaan Dekrit yang menyatakan keadaan kekacauan eksternal di seluruh wilayah nasional”.

Maduro juga telah memerintahkan semua rencana pertahanan nasional untuk dilaksanakan “pada waktu yang tepat dan dalam keadaan yang tepat”.

Presiden yang kini belum diketahui kondisinya itu meminta semua kekuatan sosial dan politik di Venezuela untuk mengaktifkan rencana mobilisasi dan mengutuk “serangan imperialis ini.”

*) Artikel ini bersumber dari artikel BBC News Indonesia yang sudah tayang dengan judul “AS tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam serangan besar – Apa yang diketahui sejauh ini?”

Tag: