IMK di Kaltim: 29,32 Persen Belum Memiliki Perangkat Internet

Masyarakat membeli selongsong ketupat di Pasar Merdeka Samarinda dari pelaku IMK di Samarinda. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Secara umum penggunaan internet para pelaku usaha/perusahaan skala mikro kecil (IMK)  di Provinsi Kalimantan Timur masih belum seutuhnya memanfaatkan/ adaptasi penggunaan internet. Namun demikian, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan trend peningkatan.

Pada tahun 2024 persentase usaha/perusahaan IMK yang menggunakan internet mencapai 70,68 persen dari seluruh pelaku usaha/perusahaan IMK di provinsi Kalimantan Timur dan kondisi ini mengalami kenaikan dibanding tahun 2023 yang sebesar 58,96 persen.

Adapun alasan yang mendominasi 29,32 persen usaha IMK belum menggunakan internet yaitu karena tidak memiliki perangkat yang memadai (internet) yakni 41,44 persen, diikuti alasan tidak tahu cara pemanfaatan internet sebesar 34,31 persen.

Demikian diungkap Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur dalam laporan Profil Industri Mikro dan Kecil Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2024 yang diterbitkan akhir Desember 2025.

Sumber: BPS Kaltim

Internet memiliki peran krusial dalam dunia usaha untuk pemasaran, komunikasi, penjualan online, dan analisis data. Dengan internet, bisnis dapat menjangkau pasar yang lebih luas secara global, memudahkan komunikasi dengan pelanggan dan karyawan, serta mengelola operasional secara lebih efisien seperti rekrutmen dan pertukaran dokumen.

Berbagai manfaat penggunaan internet dalam dunia usaha seperti pemasaran dan promosi, dimana internet menjadi platform yang efektif untuk mempromosikan produk dan layanan melalui situs web dan media sosial. Penjualan online juga memungkinkan transaksi jual beli secara online melalui marketplace atau situs web sendiri, sehingga pelanggan dapat bertransaksi kapan saja.

Sumber: BPS Kaltim

Dampak penggunaan internet juga mempermudah komunikasi yang cepat dengan pelanggan, pemasok, dan antar karyawan melalui email, chat, dan video konferensi. Dalam proses rekrutmen calon pekerja akan memudahkan pencarian kandidat karyawan dengan mengiklankan lowongan kerja secara online dan bahkan melakukan wawancara secara daring.

Dalam analisa pasar dan produk, penggunaan internet akan membantu bisnis menganalisis tren pasar, mengumpulkan data pelanggan melalui survei online, dan mengidentifikasi ide-ide baru untuk pengembangan bisnis. Serta dalam peningkatan produktivitas dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya administrasi melalui otomatisasi dan digitalisasi proses kerja.

Sangat beragam

Sumber: BPS Kaltim

Menurut Kepala BPS Kaltim, Dr. Yusniar Julian, SST, MIDEC, jika diamati menurut KBLI, usaha/perusahaan IMK dengan jumlah pengguna internet masih didominasi Industri Makanan (KBLI 10) sebesar 58,83 persen, diikuti Industri Minuman (KBLI 11) sebesar 14,54 persen, dan Industri Pakaian Jadi (KBLI 14) sebesar 7,67 persen.

Sedangkan klasifikasi industri lainnya masih relatif kecil di bawah 5 persen. Sementara itu, usaha/perusahaan IMK yang tidak menggunakan atau memanfaatkan internet dalam menunjang kegiatan usahanya sebesar 29,32 persen.

Sumber: BPS Kaltim

”Namun jika ditelaah lebih lanjut, persentase usaha/perusahaan IMK yang tidak memanfaatkan internet pada masing-masing klasifikasi industri dibandingkan dengan yang menggunakan internet, ternyata Industri Tekstil (KBLI 13) paling banyak tidak memanfaatkan internet yaitu sebesar 67,37 persen, diikuti Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional (KBLI 21) sebesar 54,61 persen dan Industri Alat Angkutan Lainnya (KBLI 30) sebesar 51,46 persen,” ujarnya.

Yusniar memaparkan, pemanfaatan internet bagi dunia usaha/perusahaan IMK sangat beragam dan bervariasi. Pada tahun 2024 jenis pemanfaatan internet usaha/perusahaan IMK di Provinsi Kalimantan Timur paling dominan digunakan untuk pemasaran/penjualan produk yaitu sebesar 52,72 persen.

Sumber: BPS Kaltim

Selanjutnya 21,30 persen usaha/perusahaan IMK menggunakan internet untuk pemesanan/pembelian bahan baku. Sementara usaha/perusahaan IMK lainnya menggunakan internet sebagai sarana sarana mencari informasi sebesar 12,94 persen dan pembayaran transaksi sebesar 12,78 persen.

”Namun hanya 0,26 persen usaha/perusahaan IMK yang menggunakan internet sebagai sarana untuk melakukan pinjaman fintech ebaliknya usaha IMK yang tidak memanfaatkan / menggunakan internet dalam kegiatanusahanya di Provinsi Kalimantan Timur yang sebesar 29,32 persen dari total usaha IMK,dipengaruhi oleh berbagai faktor dan alasan,” pungkas Yusniar.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: