Pilar Jembatan Mahulu Ditabrak Lagi, Pelindo Sebut Terjadi di Luar SOP Pemanduan

Sekretaris Perusahaan Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Tubagus Patrick. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda melalui Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) menegaskan inside tongkang batu bara menabrak pilar Jembatan Mahulu Samarinda pada Minggu 4 Januari 2025 yang terjadi pada pukul 01.00 dini hari, di luar Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan pemanduan atau waktu aktivitas pengolongan di jembatan itu.

Kejadian itu merupakan kali kedua setelah Selasa 23 Desember2025 lalu, juga ditabrak tongkang batu bara.

Insiden yang sama kedua kalinya ini, melibatkan dua kapal yaitu Tugboat (TB) Bloro 7 menarik tongkang Roby311, dan Tugboat (TB) Raja Laksana 166 menarik tongkang Danny 66 yang berupaya menahan benturan dari tongkang yang lepas kendali.

Peristiwa itu berdampak pada rumah warga di bantaran Sungai Mahakam di Jalan Cipto Mangunkusumo, Sengkotek, Samarinda.

Berkaitan itu, Sekretaris Perusahaan Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Tubagus Patrick menerangkan, Pelindo langsung bergerak cepat melakukan proses evakuasi terhadap tongkang bermuatan baru bara tersebut.

“Setelah hanyut, tim fokus melakukan evakuasi dulu dan infonya selesai dievakuasi sekitar di jam 03.50 WITA,” kata Tubagus melalui keterangan sementara yang diterima niaga.asia, Minggu 4 Januari 2026.

Tubagus menegaskan insiden itu terjadi di luar waktu pengolongan resmi yang diawasi oleh Pelindo.

“Kondisi tersebut di luar SOP pelayanan kami, tugboat tersebut hanyut saat menunggu waktu pelayanan. Sebab kenapa hanyut masih dalam pemeriksaan,” ujar Tubagus.

Saat ini Pelindo telah menurunkan armada tunda tambahan untuk memastikan keselamatan pilar jembatan, sekaligus menjaga kelancaran alur pelayaran pascainsiden.

Langkah ini diambil sesuai standar prosedur kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan.

Saat ini, Pelindo belum bisa memberikan keterangan pasti mengenai penyebab teknis hanyutnya kapal tersebut. Pihaknya masih perlu melakukan investigasi internal bersama pihak terkait, untuk memastikan penyebab kejadian itu.

“Mohon menunggu, tim kami masih melakukan koordinasi ulang dengan pihak-pihak terkait. Nanti kami informasikan ulang,” demikian Tubagus Patrick

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: