
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Serapan anggaran pendapatan belanja dan daerah (APBD) Kaltim 2025 hingga akhir Desember 2025 mencatatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp500 Miliar.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyebutkan serapan anggaran Pemprov Kaltim 2025 berada di angka 81 persen, sementara serapan pendapatan berada di angka 90 persen.
“Artinya kita masih seimbang dan tidak defisit,” kata Seno, ditemui saat berada di Kantor Kanwil Kemenag Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Sabtu 3 Januari 2026.
Dengan kondisi keuangan demikian, Pemprov optimistis proses pelaksanaan pemerintahan di 2026 dapat berjalan dengan baik.
“Dengan anggaran yang ada, pendapatan yang ada, dan serapan yang berjalan, kita bisa menjalankan roda pemerintahan di 2026 dengan lebih baik lagi,” ujar Seno.
Seno mengakui masih terdapat sejumlah oganisasi perangkat daerah (OPD) yang serapan anggarannya belum optimal. Namun demikian dia menekankan rendahnya serapan anggaran itu tidak sepenuhnya disebabkan oleh buruknya kinerja OPD.
“Bukan semata-mata karena pelaksanaannya, melainkan adanya benturan kebijakan dan peraturan yang belum selesai,” sebut Seno.
Berkaitan itu, Seno memastikan untuk program-program yang tertunda pada tahun 2025 lalu, akan dilanjutkan pengerjaannya pada tahun 2026 ini.
“Yang belum bisa dilaksanakan tahun ini nanti akan dikerjakan di 2026. Kita juga akan evaluasi OPD yang serapannya rendah,” ungkap Seno.
Masih disampaikan Seno, untuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) pada anggaran 2025 sebesar Rp500 miliar. Angka ini dinilai lebih kecil jika dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp2,59 triliun.
“Silpa kita di angka Rp500 miliar-an,” demikian Seno Aji.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: APBD KaltimSeno Ajisilpa