Tiga Kecamatan di Kabupaten Nunukan Terendam Banjir

SDN 01 Sembakung terendam banjir. (Foto : BPBD Nunukan/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA –Memasuki awal tahun 2026, intensitas curah di wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, cukup tinggi hingga mengakibatkan sejumlah fasilitas publik dan rumah warga di tiga kecamatan, masing-masing Sembakung, Lumbis, dan  Sebuku, mulai terendam banjir.

“Banjir terjadi di Kecamatan Sembakung, Sebuku dan Lumbis,” kata Kabid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Daniel, pada Niaga.Asia, Selasa (06/01/2026).

Kawasan banjir tertinggi berada di Kecamatan Sembakung, sejumlah fasilitas milik pemerintah seperti kantor camat, pos pemadam kebakaran, Puskesmas dan sarana pendidikan SD Negeri 01 terendam air.

Akibat banjir, pelaksanaan pendidikan di SDN 01 Sembakung sementara waktu diliburkan, sedangkan barang-barang penting di kantor camat, pos pemadam kebakaran dan Puskesmas di evakuasi ke daerah tinggi.

“Untuk bantuan sudah kita salurkan, kebetulan di Pos BPBD Nunukan masih ada stok barang yang bisa dibagikan cepat,” ujar Daniel.

Meski genangan air masih cukup tinggi, kehidupan masyarakat Sembakung masih dalam tingkatan normal. Banjir yang terjadi sudah menjadi rutinitas tahunan disaat hujan deras dan air pasang.

Masyarakat juga tidak meminta dilakukan evakuasi atau pindah tempat, rata-rata rumah di Sembakung memiliki sarana lantai para-para tinggi yang setiap saat dapat ditempati untuk mengamankan barang dan jiwa.

“Belum ada evakuasi. Masyarakat sudah memiliki cara sendiri untuk menyelamatkan barang dan keluarganya, dengan berdiam di atas para para,’’ terangnya.

Peringatan awas bencana telah diumumkan Pemerintah Nunukan lewat Surat Edaran (SE) Bupati Nunukan di akhir tahun 2025, dimana pemerintah minta masyarakat waspada akan bencana  hidrometeorologi.

Banjir yang melanda Lumbis dan Sembakung di awal tahun 2026 menjadi fenomena baru, biasanya curah hujan tinggi dan banjir selaku ada di akhir tahun. perubahan iklim ini patut diwaspadai bersama.

“Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah menginformasikan bencana  hidrometeorologi  yang isinya masyarakat untuk waspada di bulan akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026,” jelasnya.

Tidak hanya banjir, Daniel menerangkan curah hujan tinggi menyebabkan pula tanah longsor di sejumlah titik seperti di Kecamatan Sei Menggaris, Tulin Onsoi dan Kecamatan Nunukan.

Saat ini Bupati Nunukan bersama tim BPBD Nunukan terus memantau potensi longsor dan mengambil langkah cepat guna memastikan tindakan terbaik yang perlu diambil bagi keselamatan masyarakat disekitarnya.

“Tadi pagi Bupati meninjau longsor di Jalan Bukit Cinta Nunukan, Bupati juga melihat titik-titik longsor di Kecamatan Sei Menggaris,” bebernya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan

Tag: