
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Deretan tas lokal bermotif khas keindahan Kalimantan Timur (Kaltim) terlihat tersusun rapi di salah satu stan Pekan Raya Kaltim 2026. Anyaman serat alam dan bordiran yang halus bermotif bunga-bunga khas daerah menyatu, memancarkan keanggunan tradisi yang dikemas dalam sentuhan modern.
Di balik tas seharga Rp2,5 juta ini, tersimpan kisah panjang perjuangan perempuan Dayak Banuaq yang tekun dalam menjaga warisan budaya Kalimantan sekaligus terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Tas yang diberi nama Tas Harum Pandan ini bukan sekadar aksesori fesyen, melainkan hasil karya dari tangan-tangan terampil yang mengolah alam dengan penuh penghormatan.
Tas Harum Pandan ini dibuat dari serat daun pandan hutan yang dipetik secara selektif, kemudian melalui proses panjang, mulai dari dilorot, dikeringkan, dan dipintal menjadi benang.
Serat alami tersebut lalu dipadukan dengan kulit asli dan aksesoris premium, menciptakan produk yang tidak hanya kuat dan fungsional, tetapi juga elegan.

Keunikan lain dari tas ini terletak pada aroma pandan alami yang melekat, menghadirkan ciri khas yang membedakannya dari tas pada umumnya. Aroma tersebut menjadi identitas dan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang menghadiri event Pekan Raya Kaltim di Lapangan Parkir Gelora Kadrie Oening Kota Samarinda.
Sekretaris Pokja II TP PKK Kaltim, Sutarti atau yang biasa dikenal Tati Mano, mengatakan bahwa Tas Harum Pandan ini adalah salah satu produk unggulan yang selalu dihadirkan dalam setiap pameran.
“Harum Pandan ini produk terbaru kami dan akanselalu dibawa setiap pameran. Meski harganya relatif tinggi, tapi ini kulit asli dan seratnya dari pandan berkualitas,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Selain mengedepankan kualitas, Tas Harum Pandan juga diperkaya dengan bordiran bunga-bunga khas Kaltim. Beragam motif dihadirkan, seperti Katjapiring Flower, Cream Flower, dan Brown Stripe C, Kalimantan Maroon Orchid, hingga Kalimantan Green Orchid. Motif-motif ini memperkuat identitas budaya Benua Etam dalam desain yang modern.

Lebih dari sekadar produk fesyen, tas ini juga memiliki nilai yang kuat. Setiap pembelian Tas Harum Pandan berarti memberikan dukungan nyata terhadap perempuan-perempuan Dayak yang terlibat langsung dalam proses produksinya.
“Dengan memakai Tas Harum Pandan, kita ikut mendukung perjuangan perempuan Dayak Benuaq dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” katanya.
Tak hanya Tas Harum Pandan berkualitas, stan TP PKK Kaltim di Pekan Raya Kaltim juga menampilkan beragam produk UMKM lainnya. Mulai dari tas manik, topi manik, batik khas daerah, parfum khusus sajadah, kue kering, sambal rumahan, hingga aneka makanan ringan yang diolah para pelaku UMKM binaan.
Melalui pameran ini, TP PKK Kaltim tak hanya sekadar memamerkan produk, tetapi mereka juga berupaya menghadirkan cerita tentang alam, budaya, dan peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi lokal.
“Tas Harum Pandan hadir sebagai simbol bahwa tradisi bisa terus hidup, berkembang, dan bernilai di tangan-tangan perempuan yang terus berkarya menjaga identitas Kaltim,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Kerajinan