Hunian Tetap bagi Warga Terdampak Bencana di Sumatra Dibangun di 197 Lokasi

Menteri PKP dalam keterangan pers usai rapat bersama Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI dan Satgas Percepatan Rehablitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang digelar di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/01/2026). (Foto Humas Kemensetneg/Niaga.Asia)

BANDA ACEH.NIAGA.ASIA – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mempercepat pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tersebar di 197 lokasi.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 197 lokasi  lahan relokasi dan pembangunan hunian tetap di ketiga provinsi tersebut.

“Kita bergerak cepat, kita sudah usulkan cukup banyak titik-titik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang untuk hunian tetap,” ujar Menteri PKP dalam keterangan pers usai rapat bersama Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI dan Satgas Percepatan Rehablitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang digelar di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/01/2026).

Maruarar merinci, di Aceh disiapkan sebanyak 153 lokasi  seluas 473 hektare, Sumatera Utara sebanyak 16 lokasi seluas 58 hektare, dan Sumatera Barat sebanyak 28 lokasi seluas 53 hektare.

“Khusus Provinsi Aceh saya perjelas, usulan lahan relokasi sebanyak 153 lokasi, dengan total luas lahan sebesar 473,09 hektare, total daya tampung rumah yang dapat terbangun sebanyak 28.311 unit, di antaranya yang telah dilakukan verifikasi lapangan dan layak sebanyak 24 lokasi,” ujarnya.

Menteri PKP juga menegaskan bahwa proses pembangunan hunian tetap harus memenuhi tiga kriteria utama, yaitu aman dari potensi bencana alam, tidak bermasalah secara hukum, dan dekat dengan ekosistem kehidupan penghuni.

“Pertama, lokasinya aman dari potensi banjir, tsunami, atau longsor. Kedua, tidak bermasalah secara hukum. Ketiga, dekat dengan ekosistem kehidupan masyarakat, seperti ladang, tempat kerja, sekolah, dan pasar,” tandasnya.

Berdasarkan data Kementerian PKP per Jumat, 9 Januari 2026, total rumah terdampak di Sumatra mencapai sekitar 189.308 unit. Di Aceh tercatat 64.740 rumah rusak ringan, 40.103 rusak sedang, 29.527 rusak berat, dan 13.969 hanyut.

Sementara di Sumatera Utara terdapat 18.341 rumah rusak ringan, 3.616 rusak sedang, 5.149 rusak berat, dan 937 hanyut. Adapun di Sumatera Barat terdapat 6.627 rumah rusak ringan, 2.842 rusak sedang, 2.666 rusak berat, dan 791 hanyut.

Sumber: Humas Kemensetneg | Editor: Intoniswan

Tag: