6.942 Pegawai Berstatus PPPK, Kaltim Bebas Honorer

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi (PPI) ASN BKD Kaltim Andry Prayugo. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan seluruh tenaga honorer yang masuk dalam pangkalan data resmi BKD, sekarang tuntas diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sebanyak 6.942 pegawai kini resmi menyandang status sebagai PPPK, baik dalam skema penuh waktu maupun paruh waktu.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi (PPI) ASN BKD Kaltim Andry Prayugo menerangkan, dengan pengangkatan pegawai non ASN menjadi PPPK, dipastikan tidak ada lagi tenaga honorer yang tertinggal dalam pendataan terakhir.

“Tenaga kontrak atau honorer yang terdata terakhir di 2024, semuanya sudah selesai pengangkatannya menjadi tenaga PPPK maupun PPPK penuh waktu maupun paruh waktu,” kata Andry di Kantornya jalan M Yamin Samarinda, Kamis 15 Januari 2026.

Dijelaskan Andry, ribuan pegawai yang diangkat itu mayoritas mengisi posisi di sektor pelayanan dasar yakni tenaga kesehatan, tenaga teknis, serta tenaga pendidik dan guru tingkat SMA.

“Seharusnya sudah tidak ada lagi tenaga honorer, sudah clear (tuntas),” ujar Andry.

Pengangkatan ini merujuk pada data aktif yang diserahkan oleh masing-masing instansi yang telah diserahkan ke BKD pada 2024 lalu, dan selesai pengangkatan seluruhnya menjadi PPPK di 2025.

Demi menjamin validitas data, BKD Kaltim menerapkan prosedur pengawasan yang ketat selama proses pendataan. BKD memastikan validitas pengangkatan itu setelah memanggil setiap organisasi perangkat daerah (OPD) sebanyak tiga kali untuk memverifikasi data jabatan, pendidikan, hingga pengalaman kerja.

Dengan tuntasnya pengangkatan 6.942 pegawai non ASN ini, Pemprov Kaltim kini mulai mengalihkan fokus pada pemetaan kebutuhan pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim untuk tahun 2026.

Meskipun demikian, BKD masih menunggu informasi resmi dari pusat terkait pengadaan formasi untuk CPNS maupun PPPK 2026

“Masih menunggu. Terkait kebutuhan sedang kita petakan yang pensiun dan formasinya kosong, kita akan datang nantinya,” demikian Andry Prayugo

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: