
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Direktur Utama Perumda/PDAM Tirta Mahakam Kutai Kartanegara Suparno, menargetkan penurunan NRW atau kehilangan air bersih yang tidak menghasilkan pendapatan, baik karena kebocoran fisik (jaringan tua) maupun komersial (pencurian, meteran salah) minimal 2 persen setiap tahun.
“Sekaranga angka kehilangan air masih 42 persen, kita targetkan secara bertahap jadi 25 persen, sesuai standar. Target kita menurunkan secara bertahap, minimal 2 persen per tahun. Upaya percepatan ini dilakukan melalui bekerjasama dengan pihak ketiga yang berpengalaman di bidang pengelolaan air,” kata Suparno di pada peringatan HUT ke-34 Perumda Tirta Mahakam, Senin (19/1).
Menurut Suparno, NRW yang masih cukup tinggi ini menjadi ‘momok’ yang harus segera diurai, karena berdampak langsung pada kontinuitas layanan, kualitas distribusi, hingga kehilangan pendapatan perusahaan.
“NRW ini bukan hanya soal kebocoran air, tapi kita juga kehilangan pendapatan. Air yang harusnya sampai ke masyarakat justru hilang di jaringan. Ini yang menjadi target utama kinerja kami,” ujarnya.
Tak hanya itu, Perumda Tirta Mahakam juga memprioritaskan pendampingan teknis pada lima cabang dan kecamatan di Kukar yang menjadi penyumbang utama kebocoran air.
“Mapping sudah kami lakukan. Persoalan di setiap cabang dan ranting itu berbeda-beda, sehingga kami akan menerapkan kontrak kinerja yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah,” jelasnya.
Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, ia optimis penurunan NRW dapat ditekan hingga 3 persen per tahun. Namun capaian tersebut membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah daerah, manajemen, hingga kepala cabang dan ranting di 20 kecamatan.
“Ini pekerjaan yang tidak gampang, tapi saya yakin bisa. Sulit, tapi bisa. Karena dengan kebersamaan, target ini insyaallah tercapai,” terangnya.
Berfokus pada penurunan NRW di semester awal tahun 2026, Perumda Tirta Mahakam menargetkan dapat mewujudkan perubahan nyata terhadap kinerja layanan air bersih di 20 kecamatan dan 193 desa di Kabupaten Kukar.
“Di HUT ke-34, kita jadikan sebagai titik tolak untuk berbenah dan memberikan pelayanan air bersih yang lebih baik bagi masyarakat Kukar,” harapnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: PDAM