
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melaporkan 422 orang diduga terindikasi HIV/AIDS, di mana 119 di antaranya adalah Laki-laki yang Berhubungan Seks dengan Laki-laki (LSL).
Melihat tingginya kasus HIV/AIDS tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Kesehatan memperkuat pengawasan dan edukasi di wilayah dengan tingkat mobilisasi tinggi, salah satunya ke sektor perusahaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim Fitnawati menerangkan, pihaknya tengah melakukan validasi mendalam terkait data itu, sembari memperkuat strategi pencegahan.
“Kami sudah melihat informasi terkait temuan HIV di Kutim. Namun, hingga saat ini kami masih memfinalisasi kebenaran data-datanya dengan pihak kabupaten/kota. Validasi ini penting agar langkah penanganan yang diambil tepat sasaran,” kata Fitnawati ditemui di kantornya, Jalan AW Sjahranie, Samarinda, Kamis 22 Januari 2026.
Fitnawati menekankan salah satu upaya menekan angka kasus HIV, adalah menyasar ke area padat pekerja.
“Kami mendorong Puskesmas untuk melakukan sosialisasi masif ke perusahaan-perusahaan yang mobilisasi pekerjanya sangat tinggi. Penanganan HIV ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus ada sinergi lintas sektor,” tegas dia.
Selain menyasar kelompok pekerja, Dinkes Kaltim juga melakukan upaya pencegahan di tingkat remaja, untuk mencegah penyakit menular seksual hingga kehamilan yang tidak diinginkan.
“Karena selama ini kebanyakan siswa banyak mengejar kesenangannya saja tanpa mengetahui dampak negatifnya,” ujar Fitnawati.
Selain HIV, Dinkes Kaltim juga rutin melakukan sosialisasi terkait penyakit lain seperti demam berdarah dengue (DBD) dan inspeksi saluran pernapasan.
“Kita juga bekerja sama dengan Puskesmas untuk melakukan sosialisasi di sekolah berkaitan dengan upaya pencegahannya,” demikian Fitnawati
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: HIV/AIDSKaltimKutai Timur