Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Balikpapan 5,84 Persen

Pencari kerja di Job Fair 2025 Balikpapan. (Foto: Putri/Niaga.asia)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Berdasarkan hasil Sakernas 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Balikpapan tercatat 22.351 orang (5,84 persen dari angkatan  kerja). Menurut jenis kelamin, pengangguran laki-laki mencapai 68,41 persen, sementara perempuan menyumbang sebesar 31,59 persen.

Komposisi ini juga mencerminkan struktur demografis angkatan kerja, di mana proporsi laki-laki dalam pasar kerja lebih besar sehingga berdampak pada tingginya jumlah pengangguran dari kelompok tersebut.

Demikian dilaporkan Kepala Badan Pusat Statistik Balikpapan, Marinda Dama Prianto dalam laporan BPS Balikpapan “Indikator Kesejahteraan Rakyat Kota Balikpapan 2025” yang dipublikasikan 31 Desember 2025.

BPS Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat TPT Balikpapan tahun 2025 sebesar 5,84%, lebih tinggi dibandingkan TPT Kaltim sebesar 5,18% dan berada diurutan ketiga tertinggi dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Bahkan TPT Balikpapan juga lebih tinggi dibandingkan Kota Samarinda yang tercatat sebesar 5,31%, tapi lebih rendah dibandingkan Kota Bontang sebesar 6,36%.

Pengangguran adalah kondisi ketika seseorang termasuk dalam kategori angkatan kerja, namun tidak sedang bekerja dan aktif mencari pekerjaan. Dengan kata lain, individu tersebut memiliki kemampuan dan kesiapan untuk bekerja, tetapi belum memperoleh pekerjaan.

Pengangguran merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kondisi pasar tenaga kerja karena mencerminkan sejauh mana perekonomian mampu menyediakan lapangan kerja bagi penduduk usia kerja.

“Indikator ketenagakerjaan untuk menilai tingkat pengangguran yaitu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). TPT merupakan proporsi angkatan kerja yang belum memperoleh pekerjaan namun sedang aktif mencari pekerjaan,” kata Marinda.

TPT digunakan sebagai salah satu ukuran dalam menilai efektivitas pasar kerja. TPT yang tinggi menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan, yang dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat serta produktivitas ekonomi. Sebaliknya, TPT yang rendah biasanya menandakan lebih terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat.

Menurut Marinda, berdasarkan data Sakernas, TPT Kota Balikpapan menunjukkan menunjukkan tren yang relatif menurun selama periode 2022–2025. Pada tahun 2022, TPT tercatat sebesar 6,90 persen, kemudian turun menjadi 6,09 persen pada 2023. Pada tahun 2024, nilai TPT sedikit meningkat menjadi 6,22 persen, namun kembali menurun pada tahun 2025 menjadi 5,84 persen.

“Jika dilihat menurut jenis kelamin, TPT laki-laki dan perempuan menunjukkan pola yang sedikit berbeda. TPT laki-laki turun dari 6,85 persen pada tahun 2022 menjadi 5,99 persen pada 2024, dan meningkat sedikit ke 6,38 persen pada 2025. Sementara itu, TPT perempuan menurun cukup signifikan dari 6,99 persen pada 2022 menjadi hanya 4,93 persen pada 2025,” ungkapnya.

Sumber: BPS Kaltim

Penurunan ini menunjukkan bahwa peluang kerja bagi perempuan mengalami perbaikan lebih besar dibandingkan laki-laki dalam periode tersebut, atau adanya perubahan preferensi dan jenis pekerjaan yang lebih menyerap tenaga kerja perempuan.

Secara umum, angka- angka tersebut menggambarkan bahwa kondisi pengangguran di Kota Balikpapan terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun, meskipun tetap dipengaruhi oleh dinamika ekonomi dan struktur kesempatan kerja di wilayah tersebut.

BPS Balikpapan mencatat total penduduk usia kerja Kota Balikpapan 2025 mencapai 575.523 orang yang terdiri dari 292.949 laki-laki (50,91 persen) dan 282.574 perempuan (49,09 persen).

Dari total penduduk usia kerja laki-laki, 81,81 persen adalah angkatan kerja (bekerja maupun pengangguran) sementara sisanya 18,19 persen bukan angkatan kerja. Sementara untuk perempuan, persentase angkatan kerjanya lebih kecil yaitu sebesar 50,66 persen. Hal ini karena perempuan lebih banyak mengurus rumah tangga dan bukan bagian dari angkatan kerja.

Sebagian besar angkatan kerja merupakan penduduk bekerja, yaitu 360.464 orang (94,19 persen dari angkatan kerja). Laki-laki bekerja sebesar 224.381 orang (62,21 persen), sedangkan perempuan 136.083 orang (37,79 persen). Ini menunjukkan bahwa laki-laki masih mendominasi komposisi penduduk bekerja di Balikpapan.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: