Fokus Investasi Inggris Rp90 Triliun pada Pembangunan 1.500 Kapal Ikan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto Humas Kemensetneg/Niaga.Asia)

JAKARTA.NIAGA.ASIA – Mensesneg (Menteri Sekertaris Negara), Prasetyo Hadi, S.Hut., M.H., mengatakan, komitmen investasi Inggris di Indonesia akan difokuskan pada bidang maritim. Komitmen investasi sebesar Rp90 triliun ini diperoleh dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris.

Kepala Negara melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer, pada Rabu, 21 Januari 2026. Pertemuan itu menjadi tonggak penting, dalam memperkuat kerja sama Indonesia-Inggris, khususnya dalam sektor maritim nasional.

Mensesneg mengatakan, dalam realisasi komitmen investasi itu, akan dilakukan pada pembuatan kapal tangkap ikan. Menurut Mensesneg perkiraan pembuatan kapal tangkap ikan dengan nilai Rp90 triliun itu bisa untuk 1.500 unit.

“Salah satunya adalah kerja sama di bidang maritim, yaitu pembuatan kapal-kapal tangkap ikan, jumlahnya kalau kita bicara unit, kurang lebih 1.500 kapal. Jadi ini adalah sebuah kerja sama yang betul-betul sangat strategis,” ujarnya, di Kompleks Istana Kepresidenan, dilansir dari laman RRI.

Dalam kesempatannya, ia mengatakan, kerja sama tersebut sangat penting, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar. Kerja sama ini sekaligus dapat mengoptimalkan kekayaan laut Indonesia yang berlimpah.

“Sebagaimana yang pernah kami sampaikan bahwa tiga perempat wilayah negara kita adalah lautan. Jadi kita ingin betul-betul meningkatkan potensi laut kita,” ujarnya.

Meski baru akan terealisasi dalam waktu dekat, namun hal itu diharapkannya dapat memberikan dampak positif terhadap maritim nasional.

Mensesneg meyakini optimalisasi sektor kelautan ini, juga akan meningkatkan kebutuhan asupan protein anak bangsa.

“Tentu saja nanti kita berharap akan meningkatkan kesejahteraan saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai nelayan. Lebih dari itu, kita ingin mengejar peningkatan produksi protein berbasis ikan dari laut, karena asupan protein kita dari sisi ikan itu masih cukup rendah,” tutupnya.

Tag: