Bus Kota Mulai Jadi Pilihan Utama Transportasi Warga Balikpapan

Balikpapan City Trans (BCT) terus menunjukkan perannya sebagai tulang punggung transportasi publik. (istimewa)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Perubahan pola mobilitas warga Kota Balikpapan mulai terlihat. Transportasi publik yang dulu dianggap pelengkap, kini bertransformasi menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Salah satu indikator terkuatnya tercermin dari tingginya pemanfaatan layanan Balikpapan City Trans (BCT) sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Balikpapan, tingkat keterisian penumpang BCT pada 2025 menembus angka 117 persen.

Capaian itu menunjukkan bahwa jumlah pengguna bus kota telah melampaui kapasitas ideal, menandakan lonjakan kepercayaan publik terhadap angkutan massal.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyebut peningkatan signifikan mulai terjadi sejak pertengahan tahun, terutama pada koridor dengan mobilitas tinggi.

“Ini bukan sekadar soal angka, tapi sinyal bahwa masyarakat mulai meninggalkan ketergantungan pada kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik,” kata Rahmad, Senin 26 Januari 2026.

Menurutnya, tren kenaikan penumpang paling terlihat pada Koridor A dan Koridor B. Sejak Agustus hingga November 2025, jumlah pengguna di dua koridor itu meningkat secara konsisten. Fenomena itu dinilai sejalan dengan upaya pemerintah kota dalam mendorong mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Rahmad menegaskan, tingginya tingkat keterisian menjadi bukti bahwa layanan angkutan massal mulai dirasakan manfaatnya oleh warga.

Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, penggunaan bus kota juga berkontribusi terhadap penurunan emisi kendaraan di kawasan perkotaan.

“Ketika masyarakat merasa nyaman, tepat waktu, dan aman, maka transportasi publik akan menjadi pilihan rasional,” ujarnya.

Saat ini, Balikpapan City Trans mengoperasikan 19 unit armada aktif yang menjangkau jalur-jalur utama kota. Layanan tersebut mencakup rute penghubung pelabuhan, bandara, terminal, hingga kawasan pusat aktivitas warga.

Untuk menjaga kelancaran operasional, dua unit armada tambahan disiapkan sebagai cadangan, khususnya pada jam padat penumpang.

Seiring meningkatnya minat masyarakat, Pemkot Balikpapan juga melakukan pembenahan infrastruktur pendukung. Revitalisasi halte di sejumlah titik strategis dilakukan guna meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta aksesibilitas penumpang.

Pengembangan transportasi publik, lanjut Rahmad, tidak berdiri sendiri. Pemerintah kota juga menyiapkan langkah integrasi antarmoda dan rekayasa lalu lintas agar sistem transportasi berjalan lebih tertib dan saling terhubung.

“Tujuan akhirnya adalah mobilitas kota yang efisien, ramah lingkungan, dan mendukung kualitas hidup masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: