Seno Aji Kesal Jembatan Mahulu Ditabrak Tongkang, Tali Putus Alasan Klasik

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Insiden tongkang batu bara tiga kali menabrak fender pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Samarinda, memicu reaksi keras dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Fender dan pilar jembatan tiga kali ditabrak pada 23 Desember 2025. 4 Januari 2026.dan terbaru, Minggu 25.Januari 2026. Insiden terbaru itu diklaim imbas putus tali tambat.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji mengungkap kekesalannya atas insiden berulang yang mengancam aset daerah itu. Menurutnya, alasan teknis yang disampaikan pemilik tongkang sudah tidak dapat ditoleransi.

“Selama ini kejadiannya memang di luar pengolongan, alasannya terjadi tabrakan sehingga tali putus dan hanyut. Itu alasan yang klasik, itu urusan mereka,” kata Seno, ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin 26 Januari 2026.

Sebagai langkah tegas, Pemprov Kaltim telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengamankan armada yang terlibat. Selain itu KSOP Samarinda dan Pelindo juga diminta untuk melakukan investigasi lebih lanjut atas insiden berulang ini.

Tongkang batu bara menabrak pilar ini adalah insiden ketiga kalinya dalam dua bulan terakhir. (istimewa)

Di sisi lain, Seno mengungkap kendala birokrasi yang menghambat upaya Pemprov dalam mengelola keamanan alur sungai. Penyebabnya, karena pengelolaan alur sungai Mahakam dipegang oleh Kementerian Perhubungan.

Namun sejauh ini, Pemprov Kaltim telah mengusulkan agar pengelolaan alur sungai Mahakam ini dikelola daerah melalui Perusda, agar keamanannya lebih terjamin.

“Supaya kalau saat pengolongan dilakukan, Perusda Kaltim dapat bertanggung jawab penuh terhadap keutuhan dari jembatan tersebut. Tapi sejauh ini belum direspons Kementerian Perhubungan,” demikian Seno Aji.

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: