
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Dinas kesehatan dan Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Nunukan masih kesulitan memenuhi kebutuhan Tenaga Kesehatan (Nakes) dokter untuk Puskesmas di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia.
“Penempatan dokter di Puskesmas pedalaman sepi peminat. Padahal kita sudah tawarkan fasilitas dan sarana, hingga tunjangan cukup besar,” kata Kadinkes P2KB Nunukan, Miskia, kepada niaga.asia, Selasa 27 Januari 2026.
Rendahnya minat dokter bertugas di pedalaman menjadi tantangan dan persoalan serius dalam memenuhi hak kesehatan masyarakat, yang menuntut pemerataan dalam pelayanan kesehatan antara perkotaan dan pelosok.
Dinkes P2KB Nunukan tidak menampik adanya keluhan masyarakat perbatasan yang merasa kurang mendapat perhatian dalam pelayanan kesehatan, baik untuk sarana dan prasarana maupun kebutuhan Nakes.
“Contohnya Puskesmas Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan, di sana hanya ada satu orang dokter melayani warga. Keadaan ini tentunya kurang menggambarkan pemerataan pelayanan kesehatan,” ujar Miskia.
Penempatan dokter di Puskesmas Long Layu dimulai sejak tahun 2025 dengan perjanjian kontrak, dokter umum asal Semarang, Jawa Tengah, bernama Sonya sempat mendapat komplain dari masyarakat lantaran jarang berada di tempat.
Keberadaan dokter Sonya bagi masyarakat Long Layu sangat membantu pelayanan kesehatan, karena bersedia mengabdi siang malam 24 jam membantu persalinan masyarakat, dan melayani pemeriksan pasien mendadak.
“Kita masih kekurangan SDM dokter. Jadi kalau ada dokter bersedia ditugaskan di wilayah pedalaman harus disyukuri. Walaupun pelayanan kurang maksimal,.harap dimaklumi karena bertugas seorang diri,” jelas Miskia.
Miskia meminta masyarakat menjaga keberadaan dokter di Puskesmas. Sebab, ketika ada keluhan dan komentar miring terhadap dokter, dikhawatirkan dokter itu tidak lagi bersedia memperpanjang kontrak.
Dokter Sonia di awal tahun 2026 telah mengajukan pengunduruan diri bersamaan berakhirnya kontrak kerja. Namun berkat permohonan kemanusian yang diajukan pemerintah daerah, Sonya bersedia tetap bertugas sementara waktu.
“Kami minta tolong ke Sonya bertahan di Long Layu sampai ada dokter pengganti dan dokter tambahan untuk Puskesmas,” terang Miskia.
Keterlambatan pelayanan kesehatan dokter Puskesmas Long Layu, lebih disebabkan akses sarana transportasi yang sangat sulit, terutama di musim penghujan, sehingga dokter terlambat tiba di Puskesmas atau rumah warga.
Namun begitu, Pemkab Nunukan tetap meminta semua dokter di Puskesmas memperhatikan tugasnya, dan mengutamakan pelayanan kesehataan masyarakat dibandingkan kepentingan pribadi.
“Setiap tahun kita buka formasi lowongan dokter untuk Kraya. Tapi begitulah kurang diminati. Berbeda formasi Nunukan dan Sebatik cukup banyak,” demikian Miskia.
Penulis: Budi Anshori | Editor: Saud Rosadi
Tag: KaltaraKesehatanNunukanPelayanan PublikPuskesmastenaga kesehatan