Coffee Morning Bersama Wartawan, Danrem 091/ASN: Perlu Kerja Keras Cari Lahan untuk Pembangunan

Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (Danrem 091/ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si. (Foto Penrem 091/ASN/Niaga.Asia).

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (Danrem 091/ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si, dalam acara Coffe Morning  hari ini, Rabu (28/1/2026) bersama seratusan wartawan, mengungkapkan, Korem 091/ASN mempunyai sejumlah kerja sama dengan kementerian, antara lain pencetakan sawah untuk rakyat, pembangunan gerai Koperasi Merah Putih, pembangunan jembatan gantung dan jembatan Bailey di pedesaan, membangun SPPG untuk MBG. Keempat kegiatan tersebut saat ini sedang berjalan, tapi kesulitan utama yang dihadapi  adalah mendapatkan lahan untuk pembangunan, perlu kerja keras mendapatkan lahan.

“Sekarang sedang berproses, progresnya memang belum seperti diharapkan, karena terkendala lahan. Kami terus melakukan pendekatan ke pemerintah provinsi, kabupaten/kota,  Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV di Kaltim, tokoh-tokoh masyarakat, agar dapat lahan gratis sebab, dalam melaksanakan kegiatan tersebut memang tidak tersedia anggaran untuk membayar ganti rugi lahan,” ungkap Brigjen TNI Anggara Sitompul dalam acara yang berlangsung di Aula Wira Yudha KOREM 091/ASN di Samarinda, Kalimantan Timur.

Dalam acara tersebut Brigjen TNI Anggara Sitompul didamping seluruh pejabat utama di KOREM 091/ASN. Sedangkan dari wartawan juga hadiri para ketua dari organisasi wartawan, seperti PWI  Kaltim, IJTI, dan AJI Kalimantan Timur, Kepala LPP TVRI Kaltim, Febriani, ketua Dewan Kehormatan PWI Kaltim, serta para ketua organisasi media online, yakni SMSI Kaltim, JMSI, dan AMSI Kaltim.

Cetak sawah rakyat

Menurut Brigjen TNI Anggara Sitompul, dalam hal pencetakan sawah baru misalnya, dari Kementerian Pertanian sudah dipetakan dimana sawah baru dicetak, tapi setelah diperiksa di lapangan, ternyata di lokasi yang dimaksud, sudah terjadi alihfungsi lahan, ada yang sudah jadi kebun sawit rakyat, jadi kawasan permukiman.

“Tapi kita tidak menyerah, kita cari terus lahan yang dalam status bebas untuk dijadikan sawah,” ujarnya.

“Kemudian, ketika diperoleh kawasan yang tepat untuk dijadikan sawah, muncul lagi masalah, di kawasan yang sama belum ada irigasi. Untuk mengatasi problem tersebut, kita berkoordinasi dengan BWS,” imbuhnya.

Program ketahanan pangan nasional melalui inisiatif Cetak sawah Rakyat Tahun 2026 bertujuan untuk meningkatkan luas lahan sawah produktif di Kaltim. Target program Cetak Sawah Rakyat di Kaltim setelah direvisi adalah 1.320,82 hektar yang tersebar di 4 kabupaten. Di Kabupaten Berau 425 hektar, Paser 201 hektar, Kutai Timur 553,41 hektar, dan di Kabupaten Mahulu 141,41 hektar.

“Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi pangan daerah dan mendukung kemandiarian pangan nasional,” tegas Brigjen TNI Anggara Sitompul.

Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (Danrem 091/ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si. menyerahkan cinderamata kepada Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Kalimantan Timur dalam acara acara Coffe Morning  hari ini, Rabu (28/1/2026). (Foto Penrem 091/ASN/Niaga.Asia)

Selain itu, KOREM 091/ASN dalam rangka mewujudkan swasembada pangan juga aktif melaksanakan program Luas Tambah Tanam Tahun 2026, untuk Padi Oplah 13.972 hektar area tanam baru yang dialihfungsikan untuk padi dan perluasan Sawah Tadah Hujan 25.578 hektar.

“Luas tanam padi exsisting di Kaltim saat ini tercatat 38.050 hektar, dimana terus dioptimalkan,” tegasnya.

Koperasi Merah Putih             

Hal yang sama, lanjut Brigjen TNI Anggara Sitompul, juga ditemukan saat hendak membangun gerai Koperasi Merah Putih, baru sedikit didapat lahan yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Kementerian Koperasi, yakni ukurannya 20 x 30m. Dana yang disediakan hanya untuk membangun gerai, tidak ada anggaran untuk membeli lahan dan penataan lahan.

Ketika pembangunan hendak dilaksanakan, ditemukan lagi kendala, yakni bahan bangunan yang diperlukan kosong di Kaltim, seperti besi baja harus dipesan ke Surabaya, dan itu harus antri menunggu. Di Kaltim sendiri , juga kesulitan mendapatkan tukang atau pekerja bangunan, sehingga alternatifnya mendatangkan tukang dari Jawa.

Brigjen TNI Anggara Sitompul menjelaskan, total target pembangunan gerai Koperasi Merah Putih dalam wilayah KOREM 091/ASN sebanyak 1003 titik. Tahun ini sudah dimulai di 291 titik dan titik belum dikerjakan 713.

“Rata-rata realisasi fisik gerai yang dibangun sekarang ini adalah 15,15%,” tambahnya.

Koperasi merah putih bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pembentukan dan pengembangan koperasi. Meskipun realisasi fisik masih dalam tahap awal, Koperasi Merah Putih memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Pembangunan jembatan

Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, juga menginformasikan, KOREM 091/ASN tahun ini juga punya program pembangunan infrastruktur vital berupa jembatan bailey  dan gantung di perdesaan di daerah 3T sebanyak 10 titik pada tahun 2026.

Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (Danrem 091/ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si. bersama wartawan, ketua dan pengurus organisasi wartawan dan media online di Kalimantan Timur dalam acara acara Coffe Morning hari ini, Rabu (28/1/2026). (Foto Penrem 091/ASN/Niaga.Asia)

Pembangunan jembatan ini adalah langkah krusial untuk mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi daerah, serta mempermudah anak usia sekolah menjangkau sekolahnya.

“Kita tidak ingin lagi melihat anak-anak usia sekolah harus menyeberangi sungai saat berangkat maupun pulang dari sekolah, begitu juga dengan para guru di perdesaan,” kata Brigjen TNI Anggara Sitompul.

Dia berharap, instansi pemerintah yang tupoksinya membangun desa maupun kelompok masyarakat yang memerlukan di desa dibangun jembatan gantung atau bailey, dapat  menginformasikan ke KOREM 091/ASN.

“Akan kita bangunkan, kami perlu informasi dari masyarakat yang memerlukan dibangunkan jembatan. Saat ini baru satu yang mengusulkan dibangunkan jembatan (gantung) di Kabupaten Mahulu,” paparnya.

Menurut Brigjen TNI Anggara Sitompul, dengan dibangunnya jembatan di daerah 3T, jembatan itu tidak hanya menghubungkan dua tempat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, mempermudah akses pendidikan dan kesehatan, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Program MBG

Pada bagian lain, Brigjen TNI Anggara Sitompul menjelaskan, KOREM 091/ASN juga turut serta dalam program nasional MBG (Maka Bergizi Gratis) bekerjasama dengan instansi terkait, khususnya Badan Gizi Nasional, sehingga anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Total kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah KOREM 091/ASN sebanyak 306 unit dengan target penerima manfaat 907.604 orang. Jumlah SPPG yang sudah terbangun atau aktif saat ini baru 105 unit dengan realisasi penerima manfaat 228.193 orang.

“Sisa SPPG yang harus didirikan adalah 201 unit,” ujar Brigjen TNI Anggara Sitompul.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: