
SANGASANGA.NIAGA.ASIA – Patung megah Proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno atau Bung Karno yang berdiri gagah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sangasanga, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), resmi menjadi salah satu patung Bung Karno tertinggi di Indonesia.
Dengan tinggi total 12,5 meter, patung ini pun menempati peringkat kelima secara nasional dan tercatat sebagai yang tertinggi pertama di luar Pulau Jawa.
Wakil Bupati Rendi Solihin mengatakan bahwa capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kukar, khususnya warga Sangasanga yang dikenal sebagai Kota Juang.
“Patung ini tertinggi kelima di Indonesia. Selisihnya hanya 10 sentimeter dengan patung Bung Karno di Bandara Soekarno–Hatta,” ungkapnya sebelum peresmian Patung Bung Karno di RTH Sangasanga pada Selasa (27/1/2026) pukul 17.25 WITA.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas PUPR Kukar, Rabu (28/1/2026), patung Bung Karno di Sangasanga memiliki tinggi patung 8,5 meter dengan pedestal setinggi 4 meter, sehingga total keseluruhan mencapai 12,5 meter.

Secara visual, patung Bung Karno Sangasanga menampilkan sosok Ir. Soekarno berdiri tegak dengan tangan kanan di pinggang. Pose ini melambangkan ketegasan, kewibawaan, serta keteguhan Bung Karno dalam memimpin bangsa Indonesia.
Material perunggu dipilih pemerintah untuk menggambarkan keabadian semangat juang dan nilai-nilai nasionalisme yang tidak lekang oleh waktu. Dengan tinggi 12,5 meter, patung Bung Karno ini memiliki proporsi megah dan sebanding dengan sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Semarang, Bali, dan kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
– Bandung : Monumen/Patung Bung Karno di Taman Saparua sekitar 22,3 meter. Patung ini diklaim sebagai yang tertinggi di Indonesia.
– Semarang : Patung Soekarno di Polder Tawang,Stasiun Tawang sekitar 18,5 meter.
– Sukasada, Buleleng, Bali : Taman Bung Karno sekitar 14 meter. Tinggi patung 8 meter dan 6 meter pedestal.
– Gerbang Bandara Soekarno-Hatta : Patung Soekarno setinggi 12,6 meter. Tinggi patung 7,8 meter dan 4,8 meter landasan.
– Palangkaraya : Tugu Soekarno Monument sekitar 9 meter.

Rendi juga menjelaskan, pemilihan Bung Karno sebagai ikon utama di Sangasanga dilandasi oleh nilai historis dan ketokohan Proklamator Republik Indonesia tersebut.
“Karena beliau Bapak Proklamasi Indonesia, presiden pertama kita, sekaligus pahlawan nasional. Itulah alasan utama kenapa patung Bung Karno yang kita dirikan di Sangasanga,” jelasnya.
Menurut Rendi, rencana pembangunan patung Bung Karno sudah dibahas sejak tahun 2022, bahkan sebelum pandemi Covid-19 berakhir. Saat itu, pemerintah daerah mulai melakukan peninjauan lokasi dan menentukan konsep ikon yang akan dibangun di Kecamatan Sangasanga.
“Tahun 2022 sudah mulai dibahas, termasuk peninjauan titik lokasi dan jenis patung yang akan didirikan. Kemudian 2023 masuk tahap perencanaan, setelah anggaran APBD turun baru dilakukan pematangan lahan. Tahun 2024 barulah mulai pembangunan fisik,” terangnya.
Proyek ini tidak dibangun secara instan dalam satu tahun anggaran, melainkan dilakukan bertahap. “Kami cicil sedikit-sedikit, tidak langsung jadi dalam satu tahun anggaran,” katanya.
Secara keseluruhan, anggaran yang telah digelontorkan untuk pembangunan kawasan RTH Sangasanga, termasuk Patung Bung Karno hampir Rp30 miliar.

Anggaran terbesar dialokasikan untuk pematangan lahan dan penataan ruang terbuka hijau yang memiliki luasan cukup besar.
“Yang paling besar itu justru untuk ruang terbuka hijaunya. Karena lokasinya luas, pematangan lahan dan penataan wilayah memang membutuhkan perhatian khusus,” tuturnya.
Selain pembangunan patung dan RTH, ia juga memastikan infrastruktur di sekitar kawasan turut dibenahi agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan.
“Jalur dua, jalan-jalan lingkungan, termasuk gang-gang di Sangasanga Dalam. Sekarang hampir tidak ada lagi jalan yang belum beraspal. Jangan sampai tempat wisatanya bagus, tapi jalan menuju ke sana rusak. Itu yang kami pastikan terlebih dahulu sebelum meresmikan patung ini,” tegasnya.
Adapun rincian pembangunan Patung Bung Karno dan kawasan RTH Sangasanga yang dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun anggaran dengan total dana Rp29.089.933.000.
Pada tahun 2023, anggaran digunakan untuk perencanaan (Rp488.099.000) dan tahap awal pembangunan (Rp9.523.356.000) meliputi pematangan lahan, pembuatan patung dan pedestal, serta pengawasan (Rp371.794.000).
Memasuki tahun 2024, pembangunan pun dilanjutkan dengan pekerjaan fisik lanjutan (Rp9.897.453.000) seperti pematangan lahan, perkerasan jalan, penataan vegetasi, serta pembangunan jaringan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Kemudian pengawasan (Rp490.000.000).
Sementara tahun 2025, proyek memasuki tahap penyempurnaan (Rp7.900.211.000), meliputi pembangunan area parkir, toilet umum, instalasi MEP kawasan, penataan vegetasi, dan pembangunan pagar kawasan. Kemudian pengawasan (Rp419.020.000).
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Bung KarnoSangasanga