Proses Muat Berubah Petaka, ABK KM Madani Nusantara Tewas Terjepit Alat Berat

Proses pemuatan alat berat di Pelabuhan Semayang Balikpapan menelan korban jiwa ABK KM Madani Nusantara, Rabu 28 Januari 2026 malam. (istimewa)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Belum pulih dari duka insiden miringnya KM Dharma Kartika IX yang menewaskan tiga orang, kecelakaan kerja kapal kembali terjadi di Pelabuhan Semayang Balikpapan

Kali ini, peristiwa tragis terjadi di atas KM Madani Nusantara, Rabu 28 Januari 2026 malam, sekitar pukul 22.30 Wita.

Seorang anak buah kapal (ABK) berinisial DN, pria kelahiran 2004 asal Ponorogo, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia setelah terjepit alat berat saat proses pemuatan ekskavator ke atas kapal.

Kelasi Satu KM Madani Nusantara, Masyukur menjelaskan, kejadian itu murni kecelakaan kerja dan terjadi ketika kapal masih berada dalam tahap pemuatan, bukan saat pelayaran.

“Kejadiannya itu saat proses muat. Korban sedang mengatur tali untuk mengganjal alat berat supaya tidak lecet di lantai kapal, sambil diarahkan oleh Mualim Satu,” kata Masyukur saat ditemui usai kejadian.

Menurutnya, korban berada dekat dengan ekskavator yang sedang proses pemuatan ke atas kapal. Pada saat alat berat tersebut berbelok, korban berada di sisi samping yang berdekatan dengan dinding kapal.

“Posisi korban itu di samping alat berat, ada dinding kapal di sebelahnya. Waktu ekskavatoe berbelok, dia kegencet di situ. Bukan terlindas seperti isu yang beredar, tapi terjepit,” tegas Masyukur.

Meski hanya terjepit sesaat, benturan alat berat mengenai bagian vital korban.

Petugas gabungan mengevakuasi jenazah ABK KM Madani Nusantara yang meninggal dunia usai terjepit alat berat saat proses pemuatan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu 28 Januari 2026 malam. (istimewa)

“Mungkin kena bagian kepala. Namanya alat berat, walaupun cuma kegencet sedikit tapi yang kena itu alat vital,” ujar Masyukur.

Korban diketahui telah bekerja di KM Madani Nusantara selama kurang lebih 10 bulan. Saat kejadian, kapal rencananya akan bertolak dari Balikpapan menuju Parepare, Sulawesi Selatan, dengan membawa dua unit ekskavator.

Namun hingga insiden terjadi, pemuatan baru mencakup tiga unit kendaraan dan satu di antaranya excavator.

“Sesuai jadwal, paling lambat jam 12 malam kapal harus keluar pelabuhan. Tapi saat kejadian, kami masih baru mulai pemuatan,” terang Masyukur.

Proses evakuasi korban dilakukan sekitar 20 menit setelah insiden terjadi. Namun nyawa DN tidak tertolong akibat luka serius di bagian kepala.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan kerja di kawasan pelabuhan, sekaligus menjadi peringatan penting akan ketatnya penerapan prosedur keselamatan, khususnya dalam proses pemuatan alat berat ke atas kapal.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: