
SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Setelah sekian lama pilar Jembatan Mahakam I di Samarinda ini tanpa perlindungan, proyek perbaikan fender resmi dimulai hari ini, dan ditarget rampung April 2026 nanti.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya penguatan keamanan jembatan yang hampir setahun setelah insiden tongkang bermuatan kayu sengon milik PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra, Minggu Minggu 16 Februari 2025 lalu.
Pembangunan fender dimulai setelah melalui proses yang panjang dan rapat koordinasi yang masif antara pihak perusahaan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim dan DPRD Kaltim serta stakeholder terkait lainnya
Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal (SHSK) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda Capt.M. Ridha Rengreng menerangkan, pengerjaan fisik di lapangan diawali dengan pemancangan tiang pertama.
“Kurang lebih diperkirakan sekitar tiga bulan ke depan sudah selesai ya,” kata Ridha, di Workshop Proyek Perbaikan Dolphin dan Fender Jembatan Mahakam, Jalan Untung Suropati, Samarinda, Jumat 30 Januari 2026.
Ridha menerangkan, setelah pembangunan fender jembatan terbangun, keselamatan masyarakat yang melintas di atas jembatan lebih terjamin. Menurut Ridha, material yang digunakan untuk membangun fender memiliki spesifikasi yang kuat.
Selama masa tunggu pembangunan fender pilar ini, pihak KSOP bersama Polairud serta Badan Usaha Pelabuhan (BUP) terkait, telah melakukan pengawasan ketat dengan kapal-kapal tunda, untuk memastikan tidak ada insiden selama proyek berlangsung.

“Alhamdulillah sampai hari ini lancar semua, baik kapal bermuatan sampai yang kosong saat melakukan pengolongan. Alhamdulilah tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Ridha.
Sementara, Sekretaris Pelaksana Teknik Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Sri Widodo menerangkan, keterlambatan pembangunan fender ini karena memang memerlukan perencanaan yang matang. Mulai dari desain, pelaksanaan kontrak dan lainnya, termasuk berkoordinasi dengan semua instansi.
“Alhamdulilah hari ini sudah bisa terlaksana untuk proses pemancangan hari ini,”katanya.
Widodo menjelaskan pembangunan fender dan dolphin jembatan ini diproyeksi menelan anggaran Rp27 miliar.
“Yang mengganti baru satu perusahaan yakni PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra. Pihak penabrak telah mengasuransikan untuk klaim pengerjaan ini, nilai kontraknya Rp27 miliar sekian,” demikian Sri Widodo.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Jembatan MahakamSamarinda