
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur (BPS Kaltim) telah melaksanakan Pemutakhiran Data Perkembangan Desa 2025 (Potensi Desa 2025) pada bulan Juni 2025 secara sensus terhadap seluruh wilayah administrasi pemerintah terendah setingkat desa. Adapun wilayah administrasi setingkat desa yang dicakup di Potensi Desa (Podes) meliputi desa, dan kelurahan.
“Hasil Podes 2025 menunjukkan 300 desa/kelurahan terdampak pencemaran, dengan rincian terdapat 181 desa/kelurahan terjadi pencemaran air di wilayahnya, terdapat 29 desa/kelurahan terjadi pencemaran tanah di wilayahnya, dan terdapat 90 desa/kelurahan terjadi pencemaran udara di wilayahnya,” ungkap BPS Kaltim.
Secara umum BPS Kaltim mengidentifikasi sumber pencemaran air 181 desa/kelurahan adalah limbah rumah tangga (44), pabrik/industri/usaha (116), dan lainnya 21. Sedangkan penyebab pencemaran tanah di 29 desa/kelurahan adalah limbah rumah tangga 14, pabrik/industri/usaha (lainnya (4). Terakhir sumber pencemaran udara di 90 desa/keluarahan adalah limbah rumah tangga 6, pabrik/industri/lainnya (64) , serta lainnya adalah 20 kasus.

Kemudian, BPS Kaltim juga melaporkan, tiga kabupaten di Kaltim paling banyak terdampak pencemaran adalah Kutai Kartanegara (Kukar) 76 desa/kelurahan, Kutai Barat (63), dan Kutai Timur (Kutim) 60 desa/kelurahan.
Pencemaran di 76 desa/kelurahan di Kukar, berupa pencemaran air tersebar di 41 desa, pencemaran tanah di 3 desa/kelurahan, dan pencemaran udara terjadi di 32 desa/keluarahan.
Pencemaran di 63 desa/kelurahan di Kubar, berupa pencemaran air tersebar di 44 desa, pencemaran tanah di 10 desa/kelurahan, dan pencemaran udara terjadi di 9 desa/keluarahan.
Pencemaran di 60 desa/kelurahan di Kutim, berupa pencemaran air tersebar di 33 desa, pencemaran tanah di 6 desa/kelurahan, dan pencemaran udara terjadi di 21 desa/keluarahan.
Pencemaran di 27 kelurahan di Samarinda, berupa pencemaran air tersebar di 19 kelurahan, pencemaran tanah di 2 kelurahan, dan pencemaran udara terjadi di 6 keluarahan.

Pencemaran di 8 kelurahan di Bontang, berupa pencemaran air tersebar di 4 kelurahan, pencemaran tanah di 1 kelurahan, dan pencemaran udara terjadi di 3 keluarahan.
Pencemaran di 7 kelurahan di Balikpapan, rincianny, pencemaran air tersebar di 4 kelurahan, pencemaran tanah di 1 kelurahan, dan pencemaran udara terjadi di 2 keluarahan.
Selain kejadian pencemaran, Podes 2025 menunjukkan kejadian bencana alam di wilayah desa/kelurahan pada periode Januari 2024 sampai dengan Mei 2025, ada 468 desa/kelurahan terjadi bencana banjir di wilayahnya, ada 113 desa/kelurahan terjadi bencana tanah longsor di wilayahnya dan ada 15 desa/kelurahan terjadi bencana gempa bumi di wilayahnya,” ungkap BPS Kaltim.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Lingkungan Hidup