
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Total nilai impor nonmigas dari 13 negara utama pada Desember 2025 tercatat sebesar US$62,83 juta atau naik sebesar US$25,40 juta (67,86 persen) jika dibandingkan dengan November 2025.
“Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh naiknya nilai impor dari beberapa negara utama, seperti Tiongkok yang naik sebesar US$16,47 juta (360,39 persen), Vietnam yang naik sebesar US$7,73 juta (4.294,44 persen), dan Filipina yang naik sebesar US$4,03 juta (13.433,33 persen),” kata Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Ariyanti Cahyaningsih SST., M.Si, dan Vivi Azwar SP, M.Si. dalam konferensi pers secara daring hari Senin (2/2/2026).
Menurut Ariyanti, dilihat dari peranannya terhadap total impor nonmigas pada periode Januari–Desember 2025, kontribusi terbesar negara asal barang didominasi oleh Tiongkok sebesar US$362,12 juta dengan peranan 32,04 persen, diikuti oleh Jerman sebesar US$99,20 juta dengan peranan 8,78 persen, dan Amerika Serikat sebesar US$91,83 juta dengan peranan 8,12 persen.
“Jika dikelompokan menurut kawasannya, selama periode Januari–Desember 2025 kontribusi kelompok negara ASEAN sebesar US$160,85 juta dengan peranan sebesar 14,23 persen dan Uni Eropa sebesar US$299,54 juta dengan peranan sebesar 26,50 persen terhadap total impor nonmigas Provinsi Kalimantan Timur,” paparnya.
Dilihat dari perkembangannya terhadap November 2025 peningkatan nilai impor nonmigas terbesar terjadi pada golongan barang pupuk yang mengalami kenaikan sebesar US$7,62 juta (tidak dilakukan impor pada bulan sebelumnya). Sebaliknya, penurunan nilai terdalam terjadi pada golongan barang mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya sebesar US$19,17 juta (45,05 persen).

“Komoditas lain dengan peningkatan nilai impor cukup besar adalah golongan barang korek api, kembang api, dan bahan peledak yang naik sebesar US$5,67 juta (tidak dilakukan impor pada bulan sebelumnya) dan golongan barang kendaraan dan bagiannya yang naik sebesar US$2,25 juta (61,48 persen),” paparnya.
Sebaliknya, komoditas lain yang mengalami penurunan nilai impor adalah golongan barang kapal, perahu, dan struktur terapung yang turun sebesar US$12,08 juta (58,05 persen) dan golongan barang instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan medis yang turun sebesar US$1,09 juta (27,95 persen).
Selama Januari–Desember 2025, impor 10 golongan barang (HS 2 digit) memberikan kontribusi sebesar 89,89 persen terhadap total impor nonmigas. Golongan barang yang memberikan andil besar terhadap total impor nonmigas adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya dengan kontribusi sebesar 37,11 persen.
Pelabuhan Bongkar
Ariyanti menambahkan, total nilai impor Provinsi Kalimantan Timur melalui 3 pelabuhan bongkar terbesar pada Desember 2025 adalah Pelabuhan Balikpapan (US$559,36 juta), Pelabuhan Sepinggan (US$18,38 juta), dan Pelabuhan Kariangau (US$15,74 juta).

Jika dibandingkan dengan November 2025, nilai impor pada 5 pelabuhan utama mengalami peningkatan sebesar 52,95 persen, atau dari US$394,73 juta menjadi US$603,74 juta pada Desember 2025.
“Selama periode Januari–Desember 2025, nilai impor Pelabuhan Balikpapan menyumbang 78,97 persen terhadap total impor Provinsi Kalimantan Timur, kemudian diikuti Pelabuhan Kariangau sebesar 6,07 persen, dan Pelabuhan Sepinggan sebesar 5,56 persen,” demikian Ariyanti.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Impor Kaltim