
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Produksi jagung pipilan kering Kalimantan Timur (Kaltim) dengan kadar air 14 persen pada 2025 mencapai 10.290 ton, meningkat sebesar 6.340 ton atau 160,22 persen dibandingkan produksi pada 2024 yang sebesar 3.960 ton.
Sementara produksi beras pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 157.550 ton, mengalami kenaikan sebanyak 12.340 ton atau 8,50 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 145.210 ton.
Hal itu diungkap Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Ariyanti Cahyaningsih SST., M.Si, dan Vivi Azwar SP, M.Si. dalam konferensi pers secara daring hari Senin (2/2/2026).
“Panen jagung pipilan pada 2025 itu berasal dari luas panen yang mencapai 2.110 hektar, mengalami kenaikan sebesar 1,19 ribu hektare atau 129,28 persen dibandingkan luas panen pada 2024 yang tercatat sebesar 920 hektare,” ujarnya.

Sementera luas panen Januari – Maret 2026 diperkirakan BPS Kaltim mencapai 0,59 ribu hektare atau mengalami peningkatan sebesar 0,11 ribu hektare (22,10 persen) dibanding Januari – Maret 2025.
Vivi menambahkan, pada 2025, luas panen padi mencapai 66.520 hektar dengan produksi padi sebanyak 270.870 ton gabah kering giling (GKG).
Luas panen padi pada 2025 mencapai 66.520 hektar, mengalami kenaikan sebesar 3,48 ribu hektare atau 5,51 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 63,04 ribu hektare.

Produksi padi pada 2025 yaitu sebanyak 270.870 ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 21.230 ton atau 8,50 persen dibandingkan produksi padi di 2024 yang sebanyak 249,64 ribu ton GKG.
“Produksi beras pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 157.550 ton, mengalami kenaikan sebanyak 12.340 ton atau 8,50 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 145.210 ton,” pungkasnya.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: BerasJagung