
NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Aktivitas pelayanan penumpang kapal Feri KM Manta Nunukan – Sebatik tetap berjalan meski ada kerusakan pada hidrolik pada moveable bridge/jembatan di derma Liang Bunyu, Sebatik sejak tiga hari lalu.
“Saat ini Pemerintah Nunukan telah mengupayakan pengadaaan barang baru. Alatnya sudah kita pesan, mungkin paling lama 4 hari barangn datang atau target paling lama satu minggu sudah terpasang,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, Abdul Munir, pada Niaga.Asia, Selasa (03/02/2026).
Munir menerangkan, kerusakan hidrolik jembatan bergerak dermaga Liang Bunyu Sebatik, yang beroperasi sejak tahun 2019, kemungkinan disebabkan usia pakainya sudah habis.
Meski dalam kondisi rusak, pelayanan KM Manta dari pulau Nunukan ke Sebatik tetap berjalan normal, hanya saja jadwal sandar kapal disesuaikan dengan pasang surut air di perairan pulau Sebatik.
“Untungnya sekarang masih bulan purnama, jadi ketinggian air mendukung kapal bisa sandar dengan titik kemiringan tidak terlalu jauh,” sebutnya.
Perangkan hidrolik jembatan diganti semua agar transportasi orang dan barang tidak terganggunya. Keberadaan kapal ferry Nunukan – Sebatik didukung penuh oleh Bupati Nunukan, dimana tahun 2026 dianggarkan biaya perbaikan dan perawatan sarana dermaga.
“Untungnya kita sudah siapkan anggaran pengadaan alat baru,” bebernya.
Kerusakan hidrolik jembatan bergerak sudah disampaikan Dishub Nunukan ke perwakilan PT ASDP selaku pengguna jasa pelabuhan. Dalam surat tertanggal 30 Januari 2026 dijelaskan bahwa kerusakan hidrolik berdampak terhadap pelayanan operasional pelabuhan, khususnya kegiatan menurunkan atau menaikan muatan kapal baik kendaraan maupun orang.
“Untuk menjaga keselamatan barang dan orang dilakukan penyesuaian jadwal pelayaran demi keamanan serta kelancaran,” jelasnya.
Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan
Tag: dermaga ferryTransportasi