
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda, Kalimantan Timur, melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Nunukan, sebagai langkah awal penjajakan kerja sama dengan pelaku usaha di Nunukan.
Kepala BSPJI Samarinda, Ransi Pasae, dalam paparannya mengatakan BSPJI merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Perindustrian RI yang memiliki tugas melayani standarisasi industri, pengembangan teknologi, industri hijau, serta jasa industri.
“BSPJI menawarkan kerja sama sekaligus mendukung pertumbuhan dan daya saing pengelolan industri pelaku usaha daerah di perbatasan Nunukan,” kata Ransi, Rabu (04/02/2026).
Tidak sebatas dukungan pertumbuhan usaha, BSPJI dalam praktek kerjanya dapat memberikan layanan konsultasi, sertifikasi SNI, pengujian produk dan lingkungan, hingga pendampingan serta pelatihan verifikasi.
BSPJI juga dapat membantu kebutuhan pengujian kualitas bahan dan produk industri seperti air limbah, mikrobiologi, dan kualitas udara dengan peralatan mutakhir, termasuk kalibrasi memastikan ukuran alat ukur industri
“Melalui layanan ini, pelaku usaha diharapkan mampu menghasilkan produk yang berkualitas, ramah lingkungan, serta sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Yusuf Uning, menyambut baik kunjungan BSPJI dan berharap terjalin sinergi nyata bagi perkembangan industri lokal.
“Koloborasi BSPJI dengan Pemkab Nunukan diharapkan meningkatkan nilai tambah produk unggulan, sehingga pelaku usaha semakin siap menghadapi tantangan persaingan industri,” bebernya.
Yusuf menerangkan, BSPJI Samarinda dan DKUKMPP Nunukan membahas berbagai persoalan terkait penguatan sektor industri daerah, khususnya peningkatan standar produk agar mampu bersaing dan memenuhi regulasi yang berlaku.
Perkembangan sektor industri lokal di Nunukan dalam beberapa tahun terakhir semakin pesat, hampir setiap bulan muncul UMKM memulai usaha bermodal kecil hingga pelaku usaha dengan modal cukup besar.
“Pertembuhan usaha semakin pesat, jumlah pelaku usaha juga terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk,” ungkap Yusuf
Meski begitu, tidak bisa dipungkiri sebagian kebutuhan hidup di Nunukan masih mengandalkan produk Malaysia. Ketergantungan bisa dipangkas ketika produk lokal tersedia dengan mutu yang tidak kalah bersaing.
Pemerintah Nunukan terus mendorong produk-produk lokal menjadi lebih kompetitif, baik di pasar regional maupun nasional,” ungkapnya.
Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan
Tag: UMKM