
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Tim Search and Rescue (SAR) menghentikan operasi pencarian Rahmatsyah, seorang nelayan pulau Sebatik yang dilaporkan hilang di sekitar perangkap ikan pesisir pantai RT 05 Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat.
“Pencarin koban hilang dilakukan selama satu pekan sejak laporan kejadian diterima, Kamis 29 Januari 2026,” kata Kasi Operasi Basarnas Tarakan, Dede Hariana, Kamis 5 Februari 2026.
Sistem pencarian menggunakan metode visual di sekitar lokasi perairan kejadian, melibatkan banyak unsur dari TNI, Polri Basarnas, masyarakat dan pihak keluarga dengan hasil nihil atau tidak ditemukan keberadaan korban.
Atas persetujuan unsur SAR yang terlibat dan juga diketahui pihak keluarga, operasi pencarian diusulkan untuk ditutup. Selanjutnya masing-masing unsur satuan dikembalikan ke satuan masing-masing, untuk kembali bersiap siaga.
“Radius pencarian sudah diperluas dari titik perangkap ikan sampai ke daratan pesisir pantai Desa Bambangan, tapi hasilnya tetap nihil,” sebut Dede.
Diberikan sebelumnya, nelayan warga Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat, Rahmatsyah (27), dilaporkan hilang saat mencari ikan, Kamis 29 Januari 2026 pagi, pukul 08.30 Wita.
Berdasarkan informasi diterima tim SAR, korban Rahmatsyah pada Rabu 18 Januari 2026 sekitar pukul 19.30 Wita,.berangkat dari rumahnya menuju perangkap ikan menggunakan sepeda motor miliknya.
Selang satu hari kemudian tepatnya, Kamis 19 Januari 2026, paman korban bernama Aswan sekitar pukul 07.00 Wita yang pergi lokasi perangkap ikan tidak menemukan keberadaan keponakannya itu, dan melapor ke Polsek Sebatik Barat, hingga diteruskan ke tim SAR untuk melakukan operasi pencarian.
Penulis: Budi Anshori | Editor: Saud Rosadi
Tag: BasarnasNunukanOrang Hilang