Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Alumni FPIK Unmul Mesti Jadi Penggerak Sektor Perikanan

Simposium Nasional Perikanan Fakultas FPIK Unmul di Gedung Masjaya Kompleks Universitas Mulawarman, Jumat 6 Februari 2026. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — Ketahanan pangan Kalimantan Timur mulai bergeser ke sektor perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman (UNMUL) didorong tampil sebagai penggerak utama, bukan hanya menjaga keberlanjutan sumber daya laut, tetapi juga memastikan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Dalam kegiatan simposium nasional Perikanan Universitas Mulawarman (Unmul) yang merupakan rangkaian reuni akbar Fakultas Perikanan digelar 6-7 Februari 2026 mempertemukan para akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lintas sektor yang berasal dari lulusan FPIK Unmul.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Lambang Subagiyo menerangkan, dengan tantangan iklim yang semakin tidak menentu, berdampak langsung pada keberlangsungan sektor perikanan.

“Kita rasakan bersama bagaimana abrasi di laut sudah cukup tinggi, kemudian besarnya gelombang tidak menentu, sehingga berdampak pada perikanan. Iklim darat yang menyuplai nutrien ke laut juga ikut berdampak pada sektor perikanan,” kata Lambang, di Gedung Prof Masjaya, Jalan Gn Kelua, Samarinda, Jumat 6 Februari 2026.

Melalui kegiatan simposium yang mempertemukan para pemangku kepentingan dan unsur terkait dari para lulusan perikanan Unmul berbagai lintas generasi, diharapkan dapat merumuskan kebijakan pengelolaan perikanan berkelanjutan.

”Harapannya, forum ini menghasilkan rekomendasi besar untuk pengelolaan perikanan dengan semangat ekonomi biru yang reflektif dan berkelanjutan,” ujar Lambang.

Menurut Lambang, sektor perikanan bukan hanya menyumbang pada ketahanan pangan, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Perikanan merupakan bagian dari ketahanan pangan di Kaltim, dan memberikan peran penting untuk keberlangsungan hidup masyarakat. Dengan semangat membangun ekonomi biru, kita bisa mempertahankan kejayaan sektor perikanan,” jelas Lambang.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulawarman, Prof Lambang Subagiyo. (niaga.asia/Nur Asih Damayanti)

Universitas Mulawarman, lanjutnya, berkomitmen mendorong riset dan inovasi hingga tahap hilirisasi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Lulusan perikanan Unmul harus mampu memberikan kontribusi pada pengelolaan ekonomi biru dan meningkatkan kesehatan gizi masyarakat,” tegas Lambang.

Di pertemuan itu, para alumni yang sekarang duduk di bangku-bangku pengambil keputusan diharapkan dapat berdiskusi dan menyusun rekomendasi kebijakan ke depannya. Hasil diskusi diharapkan dapat diserap oleh legislatif dan eksekutif, sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan sektor perikanan.

“Dari riset dan inovasi yang berkembang pesat, mudah-mudahan forum ini bisa menjadi inspirasi bagi pemerintah,” jelas Lambang.

Sementara, Dekan FPIK Unmul, Moh. Mustakim menambahkan, kegiatan reuni akbar menjadi momentum berharga untuk memperluas wawasan dan memperdalam pengetahuan mengenai pengelolaan sumber daya perikanan.

Dia menekankan terdapat tiga kunci utama untuk mendukung perikanan yang berkelanjutan, yakni pengelolaan sumber daya perikanan, ekonomi biru, dan pembangunan berkelanjutan, optimal, dan berkeadilan.

“Ada beberapa hal yang harus menjadi faktor untuk keberlangsungan perikanan di Kaltim berjalan dengan baik yakni salah satunya data dan sains yang kuat untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis empiris dan kemitraan multi pihak,” demikian Moh. Mustakim

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: