Ekonomi Kaltim 2025 Tumbuh Lebih Rendah Dibandingkan 2024

Ilustrasi

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur  (Kaltim) tahun 2025 berdasarkan PDRB ADHB (Atas Dasar Harga Berlaku) mencapai Rp889,07 triliun dan PDRB ADHK (Atas Dasar Harga Konstan) 2010 mencapai Rp596,66 triliun, serta PDRB per kapita sebesar Rp208,33 juta

Ekonomi Provinsi Kaltim tahun 2025 tumbuh 4,53%. Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,03%. Dari sisi pengeluaran Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,03 persen.

Ekonomi Provinsi Kaltim tahun 2025 tumbuh 4,53% lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mampu tumbuh hingga 6,17 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kaltim 2025 juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025,  yang tumbuh sebesar 5,11 Persen.

Demikian dilaporkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai dalam keonferensi pers secara daring, Kamis (5/2/2026).

Menurut Mas’ud, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh  sebesar 13,03 persen, didorong oleh bertambahnya berbagai usaha Food and Beverage (FnB), terselenggaranya berbagai event/festival kuliner, Program Makan Bergizi Gratis yang telah dilaksanakan di 9 kabupaten/kota, serta peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung di Kaltim. Kemudian diikuti oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan serta Lapangan Usaha Jasa Lainnya.

Secara c-to-c (Persentase Laju Pertumbuhan Kumulatif), tiga dari lima lapangan usaha utama pembentuk ekonomi Kaltim menunjukkan pertumbuhan positif, yakni Lapangan Usaha Industri Pengolahan; Pertanian Kehutanan, dan Perikanan; serta Perdagangan.

Industri Pengolahan Tahun 2025 tumbuh sebesar 12,68 persen, mengalami percepatan dibandingkan Tahun 2024. Pertumbuhan Industri Pengolahan utamanya didorong oleh optimalisasi produksi pengilangan migas dan industri pupuk dan bahan kimia, ekspansi industri pengolahan minyak kelapa sawit (CPO) dan hilirisasinya, serta beroperasinya industri barang galian bukan logam.

“Sedangkan Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi sebesar 0,11 persen; dan Lapangan Usaha Konstruksi mengalami kontraksi sebesar 0,17 persen,” ujarnya.

Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi dipicu oleh turunnya produksi pada komoditas strategis/utama, seperti minyak bumi, gas alam, serta batu bara. Volume dan Nilai Ekspor Luar Negeri HS 27 (batu bara) Kalimantan Timur Tahun 2025 turun.

Lapangan Usaha Konstruksi mengalami kontraksi sebesar 0,17 persen. Penerapan efisiensi anggaran pemerintah berdampak pada penurunan intensitas sejumlah kegiatan pembangunan fisik yang berasal dari anggaran APBD dan APBN. Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) telah mencapai tahap akhir penyelesaian dan telah diresmikan pada 12 Januari 2026. Pembangunan fisik pada sektor swasta dan aktivitas konstruksi lainnya masih berlangsung.

“Struktur perekonomian Pulau Kalimantan Tahun 2025 masih didominasi oleh Kaltim dengan kontribusi sebesar 46,31 persen,” kata Mas’ud.

Mas’ud juga menjelaskan, Ekonomi Provinsi Kaltim Triwulan IV-2025 secara y-on-y tumbuh 5,04%. Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,96%. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,67%

Ekonomi Provinsi Kaltim Triwulan IV-2025 secara q-to-q tumbuh 3,66%. Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,59%. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,70%.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: