
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 5,19 persen meningkat 0,02 persen poin dibanding Maret 2025 sebesar 5,17 persen, dan menurun 0,32 persen poin terhadap September 2024.
Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 202,040 ribu orang, meningkat 2.330 orang dibanding Maret 2025 sebesar 199.710 orang, dan menurun 9.840 orang dibanding September 2024.
Demikian dilaporkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai dalam keonferensi pers secara daring, Kamis (5/2/2026).
Mas’ud menjelaskan, persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2025 sebesar 4,31 persen meningkat dibanding Maret 2025. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2025 sebesar 7,24 persen menurun dibandingkan pada Maret 2025.
Dibanding Maret 2025, jumlah penduduk miskin September 2025 perkotaan meningkat sebanyak 4,870 orang. Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan menurun sebanyak 2.540 orang (dari 87.630 orang pada Maret 2025 menjadi 85.090 orang pada September 2025).
“Garis Kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar Rp897.759/kapita/bulan,” papar Mas’ud.
Menurut Mas’ud, selama Maret 2025 – September 2025, Garis Kemiskinan naik sebesar 3,64 persen, yaitu dari Rp 866.193 per kapita per bulan pada Maret 2025 menjadi Rp 897.759 per kapita per bulan pada September 2025.

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Pada September 2025, komoditi makanan menyumbang sebesar 70,13 persen, sedangkan komoditi bukan makanan hanya menyumbang 29,87 persen untuk garis kemiskinan.
Pada Maret 2025, secara rata-rata 1 rumah tangga miskin di Kaltim memiliki 5,14 anggota rumah tangga. Garis kemiskinan Kaltim Rp4.614.481 per ruta per bulan. Garis kemiskinan Kaltim Rp897.759 per Kapita per bulan.
Pada Maret 2025 – September 2025, Indeks kedalaman kemiskinan (P1) turun 0,045 poin dari 0,878 menjadi 0,833. P1 di Perdesaan lebih tinggi dibandingkan perkotaan.
Pada September 2025, P1 perdesaan sebesar 1,392 dibandingkan perkotaan sebesar 0,591. P1 di Perdesaan naik 0,290 poin sedangkan di Perkotaan turun 0,190 poin.
“September 2025 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di perkotaan menurun sedangkan di perdesaan meningkat,” ungkap Mas’ud.
Kemduain, Indeks Keparahan Kemiskinan Kalimantan Timur turun 0,039 poin dari Maret 2025 sebesar 0,222 menjadi 0,183 pada September 2025. P2 di Perdesaan lebih tinggi dibandingkan perkotaan.
Pada September 2025, P2 perdesaan adalah 0,348 sedangkan perkotaan sebesar 0,111. P2 di Perkotaan mengalami penurunan sedangkan P2 di Perdesaan mengalami peningkatan.
“September 2025 Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di perkotaan menurun sedangkan di perdesaan meningkat.”
Persentase penduduk miskin menurut provinsi pada September 2025, Provinsi Bali terendah di 3,42 persen, tertinggi di Papua Tengah 29,45 persen. Terdapat 18 Provinsi memiliki kinerjapengurangan kemiskinan di atas rata-rata Nasional.
“Angka Kemiskinan Kalimantan Timur pada posisi 7 terendah Nasional.”
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Kemiskinan
