
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – PT Pegadaian terus mendorong masyarakat berinvestasi emas sebagai instrumen keuangan jangka panjang yang aman dan stabil, melalui berbagai program literasi dan kemudahan layanan investasi.
Sosialisasi investasi emas itu disampaikan Pegadaian Area Samarinda dalam kegiatan Temu Bisnis Sumur Migas yang digelar kalangan insan pers Kalimantan Timur dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026, di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Selasa 10 Februari 2026.
Dalam forum itu, Pegadaian mengenalkan program literasi bertajuk “Aman Tanpa Cemas dengan Emas” yang menekankan pentingnya emas, sebagai aset lindung nilai di tengah inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Panitia Temu Bisnis Sumur Migas, Charles Siahaan, mengatakan di momentum Hari Pers Nasional (HPN) ini, dia menghadirkan berbagai narasumber terbaik, mulai dari SKK migas, BUMD, koperasi hingga PT Pegadaian agar informasi penting, terutama investasi emas dapat tersampaikan lebih luas ke seluruh masyarakat maupun pelaku bisnis.
“Tiap tahun para wartawan lokal ingin selalu ada perayaan hari pers di daerah, bukan cuma di pusat. Dan, kedua, acaranya harus yang bisa memberi manfaat kepada masyarakat. Nah, saya kira acara temu bisnis sumur Migas ini sangat tepat dan bermanfaat untuk menyebarkan informasi salah satunya informasi terkait investasi,” kata Charles, melalui keterangan tertulis PT Pegadaian diterima niaga.asia, Jumat 13 Februari 2026.
Peserta yang diundang, selain para pemimpin redaksi dan kalangan wartawan ekonomi, juga pelaku usaha koperasi merah putih, BUMDes dan koperasi-koperasi desa lainnya.
Executive Marketing Manager Pegadaian Area Samarinda, Erlin Oktavia Siburian, menjelaskan, emas memiliki kecenderungan nilai yang terus meningkat dalam jangka panjang sehingga cocok dijadikan instrumen investasi masyarakat lintas segmen.
“Investasi emas adalah solusi aman untuk jangka panjang. Dengan emas, masyarakat bisa berinvestasi tanpa rasa cemas, karena nilainya relatif stabil dan cenderung naik,” kata Erlin.
Dalam edukasi tersebut, PT Pegadaian menyoroti dua produk unggulan, yakni Cicil Emas dan Tabungan Emas, yang dirancang untuk memudahkan masyarakat memiliki emas secara bertahap.
Cicil Emas merupakan fasilitas pembiayaan kepemilikan emas batangan dengan sistem angsuran tetap hingga lunas. Layanan ini tidak hanya diperuntukkan bagi individu, tetapi juga kelompok seperti arisan atau komunitas.
Sementara itu, Tabungan Emas memungkinkan masyarakat menabung dalam bentuk emas, di mana setiap setoran uang akan dikonversi menjadi gram emas sesuai harga berlaku.
Seluruh emas yang ditransaksikan di Pegadaian berkadar 24 karat, bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Nasabah juga memiliki fleksibilitas untuk mencetak emas fisik, menggadaikan, menjual kembali, maupun mentransfer saldo Tabungan Emas.
Dari sisi keterjangkauan, Pegadaian membuka akses investasi mulai dari nominal kecil. Masyarakat dapat membuka Tabungan Emas mulai 0,01 gram atau sekitar Rp30 ribu, dengan top up fleksibel serta cicilan ringan mulai kisaran Rp30 ribuan per bulan.
Sebagai bagian dari transformasi digital, Pegadaian juga menghadirkan aplikasi Tring!, yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan investasi emas secara daring.
Melalui aplikasi itu, proses pembukaan rekening dapat dilakukan mulai dari registrasi nomor ponsel, verifikasi OTP dan email, unggah KTP, pengisian data diri, verifikasi wajah, hingga aktivasi Tabungan Emas.
“Melalui aplikasi Tring!, kami ingin memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi emas kapan saja dan di mana saja,” tambah Erlin.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan, Rinaldi Lubis menegaskan, literasi investasi emas merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan inklusi keuangan nasional.
Menurutnya, emas merupakan instrumen investasi yang mudah diakses, berisiko relatif rendah, dan relevan bagi berbagai kalangan, mulai dari pekerja, pelaku UMKM, koperasi, hingga BUMDes.
“Kami ingin menghadirkan solusi investasi yang sederhana, terjangkau, dan terpercaya. Harapannya, masyarakat semakin sadar pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang melalui investasi emas,” ujar Rinaldi.
Pegadaian berharap edukasi yang terus dilakukan dapat mendorong kemandirian finansial masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika pasar global.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: EmasHari Pers NasionalInvestasiPegadaianSamarinda