Ekonomi Kaltim Tahun 2025

aa
Ekspor batubara ke China terus menurun dalam dua tahun terakhir. (Foto Kementerian ESDM/Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Secara kumulatif, dibandingkan dengan tahun 2024 pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur  (Kaltim) Tahun 2025 tumbuh sebesar 4,53 persen. Neraca  perdagangan Luar Negeri Kaltim Tahun 2025 surplus US$16,07 miliar, atau  turun sebesar 18,31% dibanding Tahun 2024.

“Pada tahun 2025, ekspor hasil tambang turun 18,79%, sedangkan ekspor hasil industri meningkat 7,32%,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas’ud Rifai dalam Konferensi Pers, 05 Pebruari lalu.

Mengutip berbagai laporan media, BPS Kaltim melaporkan, perekonomian global Tahun 2025 tumbuh positif tetapi melambat, mempengaruhi juga perekonomian Kaltim. Volume impor batu bara China Tahun 2025 turun 9,63% disebabkan, peningkatan produksi batu bara domestik serta pesatnya ekspansi sumber energi terbarukan.

Impor non-cooking coal India turun 6%, disebabkan penurunan tajam pada produksi listrik berbasis batubara diiringi peningkatan pesat energi terbarukan serta peningkatan ketersediaan batubara domestik.

Sedangkan di Kaltim sendiri, peristiwa yang mempengaruhi ekonomi Kaltim sepanjang tabhun 2025 antara lain PT Kilang Pertamina Balikpapan merampungkan Proyek RDMP dan mulai melaksanakan pengoperasian awal pada Desember 2025.  Pupuk Kaltim mencatat realisasi produksi sebesar 6,67 juta ton, meningkat sekitar 6% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Mulai beroperasinya beberapa industri baru di Kalimantan Timur, seperti smelter nikel, industri pengolahan minyak kelapa sawit dan industri bahan kimia.

“Realisasi PMA dan PMDN secara kumulatif (c-to-c) meningkat 15,00%,” kata BPS Kaltim.  Pupuk Kaltim mulai pembangunan pabrik soda ash di kawasan industri (KIE Bontang).

Aktivitas pembangunan infrastruktur IKN masih berlangsung; antara lain pembangunan jalan tol, istana wapres, masjid negara, bandara VVIP, basilika, ekosistem yudikatif dan legislatif, sektor Pendidikan, serta pembangunan swasta lainnya.

BPS Kaltim juga mencatat kebijakan efisiensi anggaran berdampak signifikan pada penurunan belanja barang dan jasa.

Pemerintah dan pengangkatan ASN (CPNS dan PPPK) di Instansi Pemerintah, baik pusat maupun daerah, menjadikan jumlah ASN Kalimantan Timur per 1 Juli 2025 tumbuh 82,51% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pegawai OIKN mulai berkantor secara resmi di IKN sejak Maret 2025.

Realisasi pencairan beasiswa gratispol untuk mahasiswa. Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 316 ribu penerima manfaat di 9 kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi Kaltim menyediakan layanan internet gratis di 802 desa; dengan realisasi anggaran mencapai Rp8,8 miliar.

Menurut Mas’ud, momen libur Nataru 2025 mendorong peningkatan berbagai aktivitas hiburan masyarakat, seperti peningkatan signifikan kunjungan ke IKN; peningkatan penonton bioskop; peningkatan kunjungan ke tempat wisata.

“Kini Maraknya berbagai usaha Food and Beverage (FnB), taman bermain/hiburan, sporthub (billiard, game center, gym, padel) di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Jumlah Wisatawan Mancanegara yang berkunjung ke Kalimantan Timur pada Triwulan IV-2025 meningkat 124% (y-on-y) dan 113% (c-to-c). Jumlah Wisatawan Nusantara yang berwisata di Kalimantan Timur pada Triwulan IV-2025 meningkat sebesar 14% (y-on-y) dan 28% (c-to-c).

Jumlah Wisatawan Nasional asal Kalimantan Timur yang berkunjung ke Luar Negeri pada Triwulan IV-2025 meningkat sebesar 20% (y-on-y) dan 52% (c-to-c). Jumlah penumpang angkutan udara domestik turun 4,88% (c-to-c); sedangkan penumpang internasional naik signifikan 29,41% (c-to-c).

BPS Kaltim juga melaporkan Telkomsel mencatat pertumbuhan trafik broadband hingga 16,65% di Kalimantan pada periode Nataru 2025 untuk berbagai layanan, seperti game online, layanan komunikasi, media sosial, video streaming, serta e-commerce.

Berbagai event atau kegiatan terselenggara hingga menjelang akhir tahun 2025, seperti festival kuliner, turnamen, East Borneo Islamic Festival 2025. Peningkatan nominal transaksi non-tunai, baik QRIS, ATM/Debit, maupun uang elektronik.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: